Senin, 09 Mei 2011

Kumpulan Khotbah

Epistel Minggu, 19 Juni 2011
Mazmur 111 : 1 - 10
(“BERSYUKURLAH SELALU KARENA TUHAN ITU SELALU BAIK”)

 Jika kita melihat bahwa Buku Mazmur 111 digubah secara akrostik, di mana setiap barisnya dimulai dengan huruf-huruf yang disusun menurut abjad. Sehingga Buku Mazmur 111 ini diambil Tema yang diangkat dalam Mazmur ini sebetulnya termasuk tema-tema yang umum, yaitu Pembebasan Umat Israel dari tanah Mesir dan Penyertaan Tuhan ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Dalam arti bahwa Awal dan akhir Mazmur ini adalah pujian, seluruhnya berawal dari karya-karya dan sikap kasih setia kekal Allah.

 Ada bebberapa Penafsir yang berpendapat bahwa Mazmur ini digubah oleh seorang pemimpin umat yang sedang merenungkan kitab Ulangan. Dalam perbuatan di masa lalu itu ia menemukan kebesaran kuasa Tuhan dan membagikannya kepada seluruh umat melalui mazmur ini ;
1. Ay. 1-2. Bagaimana cara pemazmur mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan? (ay.1) Apa yang membuat seseorang dapat bersyukur sedemikian rupa? (ay.2)
2. Ay. 5, 6, dan 9. Hal apa saja yang dilakukan Tuhan bagi umat-Nya? Hal apa saja yang Tuhan berikan di dalam hidup Anda? Bagaimana cara Anda bersyukur atas semua itu?
3. Ay.3, 4, 7, dan 8. Sifat-sifat apa saja yang terungkap dari perbuatan-perbuatan Tuhan kepada umat-Nya? Menurut Anda, mengapa kita perlu mengenal sifat-sifat Tuhan?
4. Ay. 10. Merenungkan perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan ternyata memberikan pengaruh bagi cara pemazmur menjalani kehidupannya sehari-hari. Pengaruh seperti apa yang disebutkan di sini?
5. Setelah Anda merenungkan dan mengalami kebesaran kuasa Tuhan dalam hidup Anda, apa dampaknya bagi kehidupan Anda sehari-hari?

 Dan Buku Mazmur 111, ini merupakan ucapan syukur yang telah mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dalam ucapan syukurnya, ia menyaksikan perbuatan Allah yang penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan kepada umat Tuhan yang dikumandang melalui pujian yang menggema dalam ibadah umat Tuhan.

 Pemazmur melihat bahwa dunia ini penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan, yang patut direnungkan dan digemakan akan Perbuatan Allah yang penuh kuasa dan yang bersumber dari kasih setia-Nya yang kekal, membangkitkan pujian dalam diri pemazmur.

 Dan Pemazmur juga mengacu pada kisah Pemeliharaan Allah selama Israel mengembara menuju Tanah Perjanjian. agar selalu menjadi dasar kekuatan umat Tuhan untuk bersyukur bahkan ketika dunia menyajikan ketidaknyamanan hidup. Lebih khusus lagi, pemazmur memperhatikan karya Tuhan dalam kehidupan bangsanya. Pemeliharaan dan perlindungan Tuhan dalam sejarah bangsa Israel merupakan pengalaman yang tidak pernah boleh mereka lupakan. Hal itu merupakan keyakinan pemazmur bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka.

 Akhirnya, pemazmur melandaskan ucapan syukurnya kepada karakter adil dan benar dari Allah yang tidak pernah berubah. Karakter inilah yang menjadi satu jaminan yang pasti bahwa perjanjian-Nya kekal. Dan demi nama-Nya yang kudus dan dahsyat itu, pemazmur dan umat Tuhan pasti akan mengalami terus-menerus kasih setia Tuhan. Hanya orang berhikmatlah yang melandaskan hidupnya pada karakter Tuhan yang teguh tersebut.
 Di awal mazmur ini pemazmur mengungkapkan kesungguhan hatinya untuk bersyukur kepada Tuhan. Pemazmur juga ingin mengajak orang-orang di sekitarnya ikut bersyukur bersamanya. Dengan demikian kita bisa melihat betapa besarnya rasa syukur yang ada di dalam hati pemazmur. Dari manakah rasa syukur ini? Pemazmur menyelidiki perbuatan-perbuatan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Jika kita suka menyelidiki (atau, merenungkan) perbuatan-perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita, maka rasa syukur pun akan melimpah dari dalam hati kita. Rasa syukur itu mengalir spontan sebagai respon atas kebesaran kuasa Tuhan yang bekerja di antara umat-Nya.

 Pemazmur menyebutkan beberapa hal yang Tuhan lakukan bagi umat-Nya. Kepada umat-Nya Tuhan memberikan rezeki (untuk kehidupan setiap hari), tanah pusaka sebagai tempat tinggal dan wujud keberadaan mereka sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, dan kebebasan dari musuh yang menjajah mereka. Apa tujuan Tuhan melakukan semua itu kepada mereka? Semua dilakukan-Nya agar mereka semakin mengenal Dia. Melalui perbuatan-perbuatan-Nya itu umat Tuhan dapat mengenal Dia sebagai Allah yang adil dan benar, sekaligus juga pengasih dan penyayang.

 Jika kita merenungkan karya Tuhan dengan cara yang benar, maka dampaknya akan terlihat dalam kehidupan kita. Orang-orang yang mengerti kebesaran kuasa-Nya akan menghormati Dia dan dengan demikian memperoleh hikmat untuk menjalani kehidupannya. Orang-orang yang mengerti kebesaran kuasa-Nya akan mengisi hidupnya dengan puji-pujian kepada-Nya. Apakah dua hal tersebut terdapat dalam kehidupan Anda setiap hari?

 Pujian memang adalah perbuatan manusia beriman terhadap Allahnya. Namun demikian, perbuatan itu adalah respons atas perbuatan- perbuatan Allah yang sangat besar, baik, ajaib dan penuh kasih. Karena itu, meskipun pujian memang memperkenan hati Allah, namun demikian tidak pernah Alkitab memandang pujian sebagai hal yang mengandung nilai menghasilkan pahala dari Tuhan. Puji-pujian kita kepada Tuhan semata-mata dilandaskan atas karya dan sifat Allah yang setia dan penuh kasih kepada kita dan bukan karena mengharapkan semacam balas jasa baik berbentuk keselamatan atau berkat-berkat lain. Pujian yang benar harus dilakukan dengan segenap hati tanpa pamrih apa pun Juga pujian yang benar tidak berhenti hanya pada kegiatan pribadi, tetapi mendorong orang beriman untuk memuji Allah bersama umat-Nya (ayat 1b). Di bagian akhir mazmur ini, pujian dihubungkan dengan hikmat. Pujian adalah ungkapan dari sikap meninggikan Allah, dan karena itu berhubungan sangat erat dengan takut dan taat kepada Allah. Dalam penilaian Allah, orang yang sungguh paham kebenaran dan memiliki pengertian untuk menilai dan bertindak benar adalah orang yang takut akan Allah.

 Setiap manusia memiliki kemampuan meresponi peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Respons tersebut seringkali berupa lontaran kata-kata kesal, keluh-kesah, atau cercaan. Sedikit sekali ucapan syukur bagi Allah. Pemazmur yang berasal dari zaman setelah Yehuda kembali dari Babilonia menilai bahwa semua peristiwa yang terjadi atas bangsanya telah menunjukkan perbuatan Allah. Perbuatan-Nya yang agung, ajaib, benar dan adil sepatutnyalah disyukuri. Allah tidak pernah melupakan janji-Nya kepada nenek moyang bangsa Yehuda, Abraham. Bahkan ketika Yehuda gagal setia, Allah tetap setia dan membebaskan Yehuda dari perbudakan Babel. Semua itu menghantarnya untuk bersyukur.

 Bersyukur karena takut akan Tuhan. Ucapan pujian dan syukur bagi Allah keluar dari setiap mulut manusia yang memiliki hati yang takut akan Tuhan. Itulah sebabnya, setiap Kristen selayaknya menjadikan pemuji kebesaran Allah dalam setiap situasi. Ucapan pemazmur, "Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaat" memotivasi Kristen untuk merenungkan pekerjaan Tuhan setiap hari dalam hidup ini. Motivasi ini akan mendorong Kristen untuk lebih sering memuji nama Tuhan di setiap saat dan tempat.

 Allah yang tidak berubah, dulu, sekarang, dan selamanya adalah Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus. Dia sudah menyatakan kasih setia-Nya melalui kurban diri-Nya sendiri di kayu salib. Dialah satu-satunya Pribadi yang dapat kita andalkan untuk menapaki masa depan kita. Mengukur masa depan dengan situasi masa kini memang membuat kita jadi tawar hati. Namun melihat karya Tuhan dan sejarah umat Tuhan apalagi meyakini karakter-Nya yang tak pernah berubah itu akan memberikan pengharapan yang selalu segar bagi kita.

Ditulis oleh : Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh
Kantor Pusat HKI

























Epistel Minggu, 24 Juli 2011
Mazmur 114 : 1- 8
(“SYUKURILAH PERBUATAN ALLAH YANG SELALU AJAIB”)

 Dalam setiap tindakan Allah akan selalu ada dan terjadi baik melalui ucapan (Firman). Artinya bahwa Allah itu penuh Kuasa dan Kekuatan dalam bertindak. Melalui FirmanNya semua terjadi, dari yang tidak ada menjadi ada (itulah yang disebut Creatio ex nihilo). Inilah salah satu tindakan Allah yang penuh ajaib, bertindak dengan FirmanNya lalu terjadi. Kita juga melihat kembali bagaimana Allah bertindak dengan penuh keajaiban terhadap dunia yaitu dengan “menciptakan” (“bara”)(bnd. Kej. 1 : 1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi). Betapa besar kuasa Allah yang menciptakan, memelihara dan mengendalikan isi dunia ini. Betapa indah dan sempurna segala buatan Allah. Alangkah besrnya kebijaksaan Allah yang menetapkan waktu, tempat dan peranan segala makhlu itu masing-masing dan menyusun semuanya itu menjadi satu pada tempatnya masing-masing. Alangkah besar kemurahan Allah yang memelihara semuanya itu dengan teratur dan baik.

 Setelah tindakan Allah terhadap langit dan bumi beserta isinya, Allah juga bertindak ajaib terhadap Bangsa Israel dan bangsa-bangsa disekitar Israel. Israel memuji Penciptaan dunia sebagai tindakan dimana Allah mulai menyatakan diriNya dengan FirmanNya yakni yang selaku Pencipta, Raja dan Trang seluruh dunia. Israel memuji penciptaan dunia sebagai kemenangan atas kuasa kegelapan dan kekacauan. Israel memuji Allah karena kesempurnaan segala makhlukNya sebab semuanya cocok dan sesuai dengan pelaksanaan rencana penyelamatan itu.

 Kita melihat bagaimana rencana penyelamatan Allah terhadap bangsa Irael keluar dari Tanah Mesir. Allah telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan mengerjakan tanda-tanda yang berkuasa dan telah membawanya menyebrangi Laut Kolsom / Teberau dengan cara yang ajaib, itulah pokok puj-pujian dan dasar maupun inti kepercayaan umat Israel sejak masa kelahirannya. Pokok puji-pujian dan kepercayaan bersama inilah yang mula-mula mempersatukan orang-orang Israel waktu perjalanannya di padang gurun dan persekutuan suku-suku Israel lainnya didasarkan atas pokok “keluaran dari Mesir ini. Umat Israel merayakannya sebagai peristiwa yang ajaib sebagai kejadian yang tidak dapat diterangkan. Bukannya kekuatan orang-orang Israel, bukannya kelemahan atau kebodohan orang Mesir, bahkan keadaan medan peperangan yang menguntungkan slah satu pihakpun. Itulah keajaiban Allah bahwa Israel di Laut Teberau telah Allah tunjukan keajaibanNya. Awalnya bangsa Israel berkemah di tepi laut dekat Pil-Hakhirot didepan Baal-Zafon sedangkan firaun bersama pasukan telah dekat (Kel. 14 : 9 – 10a). Atas keluhannya-keluhannya kepada Allah, Musa menerima firman berupa perintah supaya berangkat saja (Kel. 14 : 15). Lalu Musa mengangkat tongkatnya, mengulurkan tangannya keatas laut maka terbelah air itu sehingga bangsa Israel berjalan dari tengah-tengah laut ditempat yang kering (Kel. 14 : 21c, 22a) sedang kiri dan kanan mereka, air itu sebagai tembok mereka (Kel. 14 : 22b, 15 : 8). Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka sampai ketengah-tengah laut (Kel. 14 : 23) sedangkan orang Israel telah sampai dengan selamat keseberang. Lalu atas perintah Allah, Musa mengulurkan kembali tangannya keatas laut maka berbaliklah segala air itu lalu menutupi seluruh pasukan firaun, seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka (Kel. 14 : 27a, 22). Atas tindakan Allah inilah, Umat Israel memuji Allah sebagai Pahlawan Perang: DIALAH yang bertindak, yang dengan tangan kananNya “menghancurkan musuh”. Kita mengutip Nyanyian Laut Teberau (Kel. 15 : 1 b – 18, 21 b). Allah telah menunjukkan AjaibNya segala tindakan Allah (dapat kita bandingkan, ungkapan dari Nabi yesaya 43 : 14 – 17 bahwa Allah: “yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kerea dan kuda keluar untuk berperang juga tentara dan orang yang gagah, mereka terbabaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu”).

 Pokok tentang Keluaran bangsa Israel dari Mesir itu mendapat tempatnya yang demikian penting sebab justru Keluaran Bangsa Israel dari Mesir inilah yang meletakan dasar berdirinya Umat Israel, oleh kuasa perbautan Allah inilah lahir Israel sebagai “Umat Allah”. Memang kdismping keluaran ini ada juga lain-lain poko-pokok kepercayaan , lain-lain perbuatan Allah yang dikatakan memainkan peranan yang sama. Dasar berdirinya umat allah diletakkan juga oleh Pemilihan Para Bapa leluhur, oleh pernyataan Allah di Gunung Sinai, oleh Pemberian Tanah Kanaan. Memang perbuatan Allah haruslah diriwayatkan sebagai peristiwa bahwa Allah telah mengangkat Israel sebagai umatNya. Yang jelas bahwa ada pengakuan Allah terhadap bangsa Israel bahwa bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang dipimpin Allah langsung dengan ungkapan Allah : “Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir” (Kel. 20 : 2). Inilah perbuatan Allah di Mesir mempunyai “priorita” terhadap Para Bapa leluhur, bukannya priorita waktu tetapi priorita dalah hal isi kesaksian Perjanjian Lama tentang perbuatan Allah.

 Allah membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir berarti Allah membebaskan mereka dari perbudakan serta menjadi mereka umat milikNya sendiri. Dengan perbuatan ini, Allah bukan saja hanya memberlakukan sebagai “anakNya yang sulung” dan sebgai umat yang terpilih melainkan sekaligus juga Ia membangkitkan puji-pujian dan kepercayaan mereka sebagai umat yang dengan sukarela beribadah. Atas kuasa Allah itulah mereka menyadari bahwa Allahlah satu-satunya Allah yang patut disembah atas tindakanNya yang ajaib.

 Tindakan Allah yang penuh ajaib bukan hanya disuarakan oleh bangsa Israel tetapi juga disuarakan oleh isi dunia ssebagai ciptaan Allah (bandingkan: Mazmur 19 : 2 “ langit menceritakan Kemuliaan Allah dan cakrwala memberitakan pekerjaan tanganNya”). Semuanya bersyukur karena Allah telah bertindak atas KuasaNya agar semua percaya bahwa hanya Tuhan satu-satunya allah/ilah yang harus disembah. Jika kita melihat lebih dalam lagi dalam konteks ini, jika saja Allah tidak menunjukkan Kuasa terhadap bagsa Israel, kemungkinan isi alam akan hancur dibuat bangsa Mesir (dalam arti tidak dikelolah dengan baik. Sedangkan manusia / bangsa Israel dihancurkan, apalgi tumbuhan-tumbuhan, laut dan segala ciptaan Allah akan binasa). Namun yang perlu kita ketahui bahwa segala tindakan Allah itu terhadap manusia dan isi alam semesta adalah mensyukuri segalanya. Semua harus memuji Allah sebab DIA yang memberi kehidupan. Bukan saja manusia mensyukuri tetapi semua isi alam: Laut melarikan diri yang menggambarkan bahwa laut turut bersyukur atas tindakan Allah, sungai Yordan kembali berbalik kehulu yang menggambarkan bahwa sungai Yordan kembali bersekutu dihulu, berkumpul bersama laut, artinya semua bergabung bersatu. Gunung-gunung melompat menggambarkan semua bersyukur, Allahlah yang menggerakan mereka menari-nari dengan melompat-lompat menandakan sukacita. Seluruh ciptakan Allah harus tunduk kepada Allah.
 Dapat kita aplikasikan bahwa ciptaan Allah berlah turut bersyukur atas tindakan Allah yang penuh ajaib. Oleh karena itu, sebagai manusia yang lebih tinggi dari ciptaan lain haruslah memampukan diri untuk mensyukuri segala perbuatan Allah atas diri manusia itu sendiri (bandingkan dalam Filipi 2 : 10 – 11 “supaya dalam Nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada diatas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku” “YESUS KRISTUS adalah TUHAN, bagi Kemuliaan Allah Bapa). Bagaimana kita merasakan tindakan Allah yang selalu ajaib bagi kita manusia ? coba kita bayangkan diri kita yang lagi tidur, otak, hati dan organ-organ tubuh tidak dapat kita rasakan itu bergerak, karena semua tidak dapat kita rasakan. Ketika kita bangun bangun, apakah otak, hati dan organ-organ tubuh kita yang membangunkan kita ? Tidak, justru yang membangunkan kita adalah Allah yang menggerakan kita untuk dapat bangun. Itulah salah satu tindakan Allah yang ajaib yang patut dan harus kita syukuri bahwa Allah itu memberikan keajaiban selalu pada kita. Syukurilah selalu perbuatan Allah yang selalu ajaib. Bagaiman kita menyukuri segala perbuatan Allah yang selalu ajaib, salah satunya adalah Percayalah padaNya dengan melalui DOA dan DATANGLAH atas Undangan ALLAH melalui Perintah / TitahNYA yang ke-4 “Ingat dan Kuduskanlah hari Sabbat……..”. Ini saja yang dilakukan oleh manusia sangat sulit, coba kita melihat kehidupan orang Kristen sekarang, disuruh berdoapun tidak mau, ada selalu alasannya untuk tidak berdoa. Disuruh Kebaktian Minggupun tidak mau, selalu punya alasan tersendiri. Tetapi jika kita perhatikan dalam kehidupan kristen ini, jika ada pesta (baik perkawinan), selalu bisa diusahakan oleh manusia ini. Bagaimana jauhnyanya jalan menuju pesta itu harus ditempuh, bagaimanapun hujannya lebat harus ditempuh. Karena apa ? masih ada prinsip yang selalu ditanam oleh orang kristen ini, “Jika aku tidak datang kepesta maka itu menjadi hutangku / molo so ro ahu tupestana gabe hutangku ma I”. Inilah yang selalu ditanamkan oleh orang kristen. Coba kita pikirkan, jika prinsip itu ditanamkan dalam kehidupan gereja, saya rasa gereja penuh tanpa satu bangkupun yang tersisa untuk diduduki. Marilah kita menyadari diri kita bahwa Allah selalu memberi keajaibanNya, dan syukurilah selalu kepada Allah, Amen.


Ditulis oleh : Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh
Kantor Pusat HKI

Jumat, 29 April 2011

Acara Ulang Tahun HKI Ke-84 Tahun (1 Mei 2011)

Prelidium : Organ / sahalak mangendehon Nunga Ro Au (BE No. 446 : 1)

JOU-JOU PARMINGGUON : (P = Paragenda ; R = Ruas)

P : Hamu dongan sahuria, dibagasan goar ni Tuhanta Jesus Kristus. Sadari on, tanggal 01 Mei 2011, boho ma marumur 84 taon hurianta HKI. Di angka ari pardalanan ni hurianta tung godang do na binahen ni Tuhan Jahowa tu hita. Nasa parsorion, las ni roha nang arsak ni roha rodi panghobasion naung pinatupa ni hurianta gabe sada tanda na tangkas paboa na tongtong do Tuhan i mandongani hita.Mamparhatopothon saluhutna i, panindangion ni Parpsalmen gabe panindangionta, mandok “Jahowa do Siparmahan ahu, ndang tagamon hurangan ahu” (Psalmen 23 : 1). Laos di na marningot dohot manghamauliatehon saluhut pambahenan ni Debata tu hurianta, nang tu ganup ruas, ima balga ni asi dohot holong ni rohaNa na so marpansohotan manumpak hita, tama do hita mamuji goarNa marhite na rap marende : Tapuji Ma Tuhanta (Logu songon BE No. 562, As = do ¾)

0 3 I 3 . 3 4 3 I 2 1 0 1 I 1 . 2 3 4 I 2 . 0 3
Ta pu ji ma Tu han ta Hu ri a H K I Ta

3 . 3 4 3 I 2 1 0 3 I 2 . 1 1 7 I 1 . .
Pu ji ma Tu hanta Hu ri a H K I


Gok asi ni rohaNa, sahat tu hita on
dohot habonaranNa sai hot do i tongtong

VOTUM / INTROITUS:
P : Rap jongjong ma hita
Marhitehite Goar ni Jahowa Ama i dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia na manompa langit dohot tano on, dipasaor ma dameNa tu tondimuna (tondinta), Amen. Rap ma hita mandok tangiangta i:
P + R : Ale Jesus Tuhannami, bereng hami na dison, pinarmahanMi do hami saluhutna na dison, sai asi rohaM di hami, sai pangolu hami on, Amen
P : Jahowa do siparmahan ahu, ndang tagamon hurangan ahu (Psalmen 23 : 1)
Martangiang ma hita:
Ale Tuhan Jahowa, Amanami na marhabangsa di banua ginjang. Pinuji ma goarMu ala dipaojak Ho do huriaM HKI di tano on, jala tongtong diramoti Ho sahat tu tingki on. Balga situtu do asi ni rohaM, ndang hasuhatan bidangna dohot timbona. Tung sotartimbang do godangna angka parbue las ni roha sian ari tu ari, minggu tu minggu, taon tu taon ditumpakhon Ho tu hami. Dibagabagahon Ho do tu hami huriaM, na ndada holan hangoluan dohot pasupasu na martaontaon di tano on dipateanhon Ho tu hami, alai dohot do hangoluan na salelenglelengna sogot di hasampuran rea rap dohot Ho di surgo. Sadarion marluhut do angka ruas ni huriaM di ganup gareja HKI na di angka Pulo : na di Sumatera mulai Propinsi Aceh, Riau Kepulauan, Pulo Jawa, Pulo Bali sahat tu Pulo Kalimantan ima Bontang. Marlas ni roha sudena mangolophon goarMu, jala pangiar soarana pasahathon pujipujian dohot mauliate ni roha siala naung gok 84 taon huriaM HKI di tano on manghobasi. Amen.
P+R : (Mangendehon) : Haleluya, haleluya, haleluya.





Marende : BE No. 188 : 1 – 2
1. Jahowa Siparmahan au Ndang hurang manang aha,
ai nasa jea dipadao do sian dorbiana
Tongon dibaen na lomak i Lao pangoluhon tondingki
dibaen asi rohaNa
2. Ditogu au tu na tio Aek mata hangoluan
Dibaen do tondingki sio di dalan hasonangan
Sabam rohangku do tongtong saleleng au di tano on,
baen sangap di goarNa.

P : Patik Nasampulu
Rap ma hita mangido gogo :
P + R : Ale Tuhan Jahowa, sai pargogoi ma hami, mangulahon na hombar tu patikMi. Amen.

Marende: BE No. 31 : 1 – 2
1. Ari na marhasonangan Ima ari Minggu i. Ari i paradianan Ni na marulaon i
Sai martua halak i na ringgas marminggu i.
2. Songon dia paheanku mandapothon Debata ?
Unduk serep ni rohangku ido abit na tama.
Dung adong na songon i tau ma au di Tuhanki


Manopoti Dosa :………………………………………………………………………..(jongjong)
P : Ale Tuhan Jahowa, Amanami pargogo nasohatudosan, Ama parasi roha jala pardenggan basa. Nabadia do Ho alai pardosa do hami. Jotjot do huulahon hami angka na maralo tu hatam. Sai jumpang dope di hami roha hosom, roha na mangonggop, dohot roha na jahat maradophon dongannami. Jotjot do mian di hami gabus, pangangkalion, asal dapot na hinirim jala na pinarsinta ni rohanami. Sai masa dope parbolatan, parsalisian nang parbadaan di tonga-tonga ni huriam. Na mardosa do hami huriam.


Mangendehon BE No. 182 : 1 (Haholongan Na Badia)
1. Tu joloM o Debatangku Sai use do rohangkon
Sai pasiat tangiangku dohot iluilungkon

P : Ale Tuhan Jesus Kristus, Raja ni huria. Ro do hami manopoti saluhut dosanami tu joloM. Songon birubiru na mago do hami na manondong dalan hamagoan. Jotjot do hami mansoadahon panghophopMu di hami. Jotjot do hami ndang rade masiseaan dosa. Jotjot ndang barani hami manghatindangkon goarMu dohot hasintongan ni hatam. Huboto hami na denggan alai jotjot ndang hula hami. Ndang bungka matanami jala ndang ungkap rohanami mangurupi angka na marsitaonon, na dangol jala na pogos. Baliksa jotjot do hami manarita molo so dapot pangurupion. Ndang jumpang Ho dope di hami holong nasumeahon hosa paboa siseanMu hami, jala songon na tama di huriaM.

Mangendehon BE No. 182 : 2 (Haholongan Na Badia)
2. Husolsoli do rohangku, nagok dosa i tongtong
Ai godang ariaringku, nahubahen ambolong

P : Ipe ale Tuhan Jahowa, ro do hami nuaeng maporus tu joloM. Asi ma rohaM di hami. Sesa ma dosanami, sesa ma dosa ni huriaM HKI asa badia di joloM. Nuaeng pe ale Tuhan Jahowa, sai pargogoi jala parbisuhi ma hami asa tau pahembanghon harajaonMu di hasiangan on, bahen hasangapon di GoarMu, haluaon dohot hatuaon ditorop jolma, marhitehite Jesus Kristus Tuhannami.

Mangendehon BE No. 182 : 6 (Haholongan Na Badia)
Mangihuthon Ho Tuhanku ima las ni rohangki
Ima naeng padanhononku, dokma amenMi disi.

P : On ma barita hasesaan ni dosa na pinabotohon ni Jahowa tu hita dibagasan Jesus Kristus: “Nunga pola hupasisi songon ombun angka pangalaosim, jala songon ombun manorop angka dosam. Sai mulak ma ho tu Ahu, ai Ahu do sipalua ho” (Jesaya 44 : 22). Hasangapon ma di Debata na di ginjang.
P + R : A m e n
Marende : (BE. No. 435 Marolopolop tondingki)
1. Marolopolop tondingki ai naung ditobus Jesus i.
Hamu sude, bege ma i, sai las rohangku mandok i.
Sonang ni ting ki i, dung jumpang Jesus Tuhanki !
TondiNa mangajari au, tarbaen marlas ni roha au!
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.
3. Tu Jesus sahat ngolungki saleleng ni lelengna i.
Rap dohot au endehonma endengku na imbaru da.
Sonang ni ting ki i, dung jumpang Jesus Tuhanki !
TondiNa mangajari au, tarbaen marlas ni roha au!
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

EPISTEL : 1 Petrus 1 : 3 – 9

Marende: BE No. 190 : 2-3 (Las Situtu Rohangku)
2. Las rohangku situtu mida Jesus na burju.
Manjalahi hajolmaon.
Ai Ibana paluahon. Jolma manisia i sian hamagoan i
3. Las rohangku situtu ai parjambar au tutu
Di na denggan sasudena, pinarbaga ni Debata,
di sude na burju I mangihuthon Jesus i.

MANGHATINDANGHON HAPORSEAON : …………………………………………….(jongjong)

Marende : BE No. 28 : 1 – 2 + 4 Hata Ni Jahowa …………………………Pelean I, II
1. Hata ni Jahowa Sipadame jolma Hangoluan i
Halalas ni roha Siapuli roha Ni na marsak i
Gogo ni Debatangki Paluahon na porsea Sian nasa jea.
2. Nasa tinahina tagan so ditompa tano on dope
Nang na tinuduan Ni sude pelean Jumpang do muse
Sangkap ni Amana i dipatulus Jesus kristus Jolma i ditobus.
4. Hata hangoluan do nuaeng diboan Parjamita i
Na lambok begeon i nuaeng dilehon tu rohanta i
Hita on dijamita i Ai didokkon be do hita paubahon roha

JAMITA : Johannes 21 : 1 - 14

Marende : BE No. 93 : 3 – 4 (Tuhan Jesus Do Na Monang)
2. Tuhan Jesus do na monang, Tuhan Jesus do pasuang
Las ni roha dame pe, las ni roha dame pe.
Dongan golom ma hataNa, na porsea di Ibana. Ndang tarbahen mago be.
3. Sai tapuji ma Tuhanta, na pabongot tu rohanta
Roha pangkirimon i, roha pangkirimon i.
Ia mate pe donganta, sogot ingkon idaonta, saluhut di surgo i.

TINGTING/ACARA ULANG TAHUN :
• Tingting Huria
• Surat Sijahaon Sian Pucuk Pimpinan
• Mangendehon Mars HKI : “Las Roham Nuaeng O HKI” ………..(jongjong)
• Tangiang

Marende: BE No. 443 : 1 – 3 (Dung Tuhan Jesus Nampuna Au) .…(Pelean III)
1. Dung Tuhan Jesus nampuna au, songgop damena biarhu lao
Taripar gogo ngoluna i, nasa dosangku naung sae do i.
Reff. Tabaritahon holongNa i, didia Tuhan tudoshon i
Tuk manumpahi tarlobi da, sasada Jesus pinujima.
2. Di Ho ngolungku, las rohangki, jumolo Jesus siluami
PangiringonMu tolongMu i, mangalo dosa nang rohangki.
Reff. Tabaritahon ……………
3. Hibulma ahu Jesus di Ho, sonang rohangku, tarapul do
Mian di au ma baen hataMi, paima das au tu lambungMi.
Reff. Tabaritahon …………


BORHAT-BORHAT/TANGIANG ………………………………………………(jongjong)
P : Kristus mamasumasu hamu!
R : Nang mamasumasu ho!
P : Martangiang ma hita :
Nuaeng pe, ale Tuhan Jahowa, dinamanguduti pardalanan hami rodi maranatha, sai Ho ma tongtong na mandongani jala mamasumasu huriaM on marhite Tondi Parbadia, asa lam margogo, lam marlas ni roha hami mangula laho pahembanghon HarajaonMu di portibion. Patau sude parhalado dohot ruas ni huriam pasiding dohot mangalo nasa ulaon na mangeruni, na manusai jala na manegai huriaM. Sai tumpahi ruasMi ale Tuhan Jahowa. Pir ma pokki bahul-bahul pansalongan, Pir ma tondi jala tu tambana pangomoan ni saluhut ruasMu. Pinattikhon ma hujur tu topi ni tapian, manang tudia saluhut ruasMi mangalangka sai disi dapotan parsaulian, tumpahanMu ale Tuhan Jahowa.
R : Ima tutu ale Tuhan Jahowa, tumpahi hami asa horas jala gabe, huhut togutogu hami asa tau parpunguan na sintong, na marpanindangion namangolu jala na mamparbuehon godang marhite pambahenan nadenggan tu ari na naeng ro, rodi salelenglelengna laho pahembanghon harajaonMu marhite huriam HKI.
P+R : Jalo ma tangiang nami on ale Tuhan Jahowa, marhitehite goar ni AnakMu, Jesus Krsitus, Tuhannami. Amen.

TANGIANG PELEAN / ALE AMANAMI / PASUPASU.

Kamis, 21 April 2011

Formulir Anggota Jemaat

HURIA KRISTEN INDONESIA (HKI)
The Indonesian Christian Church
Anggota Persekutuan Gereja-gereja Di Indonesia (PGI)

Formulir Pendaftaran Anggota Jemaat

A. Nama (Bapak) : ....................................................... .......................................................
Temp / Tanggal lahir : ...............................................................................................................
Tanggal Babtis (Tardidi) : ............................................. di Gereja .................................................
Tangal Sidi (Malua) : ............................................. di Gereja .................................................
Alamat : ................................................................................................................
..............................................................................................................
Telp. / HP ................................................................

A. Nama (Ibu) : ....................................................... .......................................................
Temp / Tanggal lahir : ...............................................................................................................
Tanggal Babtis (Tardidi) : ............................................. di Gereja .................................................
Tangal Sidi (Malua) : ............................................. di Gereja .................................................
Alamat : ................................................................................................................
..............................................................................................................
Telp. / HP ................................................................


No. Nama Anak Temp / Tgl Lahir Tgl. Babtis Tgl. Sidi









Dengan ini, kami akan memohon untuk menjadi Anggota Jemaat HKI …………………….. dan akan mengikuti segala Peraturan dan Aturan yang ada pada Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI).

Hormat Kami, Diketehui oleh,



(...............................................................) (Pdt. Martahi Oloan Siahaan, STh)

Surat Kiriman Pemberkatan Nikah

S U R A T K I R I M A N
Nomor : 0 / HKI. A / P / X / 2011


Kepada Yth,
Majelis / Parhalado HKI ………………………..
di
……………………………..
Dengan hormat,
Bersama ini diberitahukan kepada Majelis/Parhalado Huria Kristen Indonesia ( HKI ) …………………………………
Bahwa :
I. Nama : ………………………………..
Tempat / Tanggal Lahir : ………………………………..
Dibabtiskan :
Disidikan :
Anaka dari : a. Bapaknya :
b. Ibunya :
Alamat :
Anggota Jemaat :

II. Nama : ………………………………….
Tempat / Tanggal Lahir :
Dibabtiskan :
Disidikan :
Anaka dari : a. Bapaknya :
b. Ibunya :
Alamat :
Anggota Jemaat :

Masing-masing calon pengantin laki-laki dan perempuan, telah bersaksi ( dipatumpol ) dihadapan Majelis/Parhalado dan orang tua serta saksi-saksi di Gereja HKI…………….., Resort …………………….pada tanggal ……………….. dengan baik.
Maka, untuk itu kami mohon juga kesedian Majelis / Parhalado HKI ………………….untuk mengumumkan di Gereja kita ini, I/II. Minggu,………….

Demikian surat kiriman ini disampaikan kepada Majelis / Parhalado ………………………….untuk dimaklumi, dan atas kerja sama kita yang baik ini diucapkan terima kasih.


………………………., ……………………………………

Huria Kristen Indonesia ( HKI )
Pimpinan Resort HKI RESORT ……………………..

Rabu, 10 November 2010

KEBAKTIAN UMUM
(Model A)

A. Panggilan Beribadah
Leader Song atau Organ menyanyikan :
MULIA SEMBAH RAJA MULIA (MAJESTY)
Mulia, sembah Raja Mulia,Bagi Yesus Puji hormat dan kuasa
Mulia, agung K’rajaanNya, dari sorga datang untuk s’gnap umat Nya
Dipuji, ditinggikan Nama-Nya Yesus, hormatlah, Muliakanlah Yesus Raja, Oh Mulia, sembah Raja Mulia. Dia t’lah mati dibangkitkan jadi Raja.
(Jemaat berdiri)
L : “Marilah saudara-saudara, semua yang letih lesu dan berbeban berat, sujudlah di hadapan Tuhan dan siapkanlah hati pikiranmu menyambut belaian kasih Yesus”
J : Menyanyikan Kidung Jemaat No. 33.3
Kau panggil diriku, supaya kukenal, iman, yang harapan yang teguh dan kasihMu kekal. Aku datanglah, Tuhan padamu!
Dalam darahMu kudus, sucikan diriku”

B. Ibadah: (L=Liturgis, J=Jemaat)
1. Votum
L : Pertolongan kita adalah dalam Nama Allah yang telah menjadikan langit
dan bumi. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, pengasihan Allah Bapa
dan persekutuan dengan Roh Kudus menyertai kita sekalian, Amin.
L+J : “Ya Yesus Kristus Tuhan kami; Lihat dan datanglah kepada kami yang
bersekutu di sini. Tuntunlah ibadah ini agar hati dan jiwa kami
merasakan belaian kasihMu. Amin.
2. Bernyanyi :

3. Responsoria :
L : “Tuhan aku cinta rumah kediamanMu dan pada tempat kemuliaanMu
bersemayam”
J : Di tempat ini kami mengharap agar FirmanMu nyaring terdengar;
penyejuk bagi hati resah yang tak tentu arah.
L : Saatnya akan tiba dan sudah tiba sekarang, penyembah –penyembah
benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran. Bumi
berkabung dan lesu, langit dan bumi merana bersama.
J : Ajarlah kami mengartikan FirmanMu dengan benar agar kami mampu tegar saat bumi menggelapar. Jadikanlah ibadah hari ini sarana menemukan kembali semangat yang hampir lesu. Biarlah suka duka kami tertuju kepadaMu.
P : Tuhan adalah sumber kekuatan pada umat yang berseru kepadaNya.Tuhan kiranya memberkati umatNya sehingga kebahagiaan kita akan terus berlimpah seperti gelombang lautan yang tak pernah berhenti.
(Jemaat duduk)



4. Pembacaan Nats: (dipilih dari kitab Mazmur)

5. Bernyanyi :
6. Pengakuan dosa dan berita anugerah:
L : Bapa didalam Yesus, hari ini kami datang dengan beban dosa yang
beraneka Warna.
J : Tolonglah kami, agar kami tidak mengulangi kesalahan yang sama
sepanjang masa.
L : Sering kali kami terperangkap dalam kebiasaan buruk, kami terlanjur
adaptasi dan mencintainya.
J : Kami sering buta terhadap kelemahan dan kesalahan kami, tetapi mata
kami begitu jeli menemukan kelemahan orang lain.
L : Ampunilah kami karena kecenderungan menikmati pekerjaan yang
menyusahkan orang lain
J : Mampukanlah kami, agar kehadiran kami dapat membuat hal-hal yang
menakutkan menjadi menyenangkan, yang sulit dapat menjadi mudah.
L : Marilah kita menerima janji pengampunan dosa-dosa kita: “Demi Aku
yang hidup, demikianlah firman Allah,aku tidak berkenan kepada
kematian orang fasik, melainkan, Aku berkenan kepada pertobatan
orang fasik itu dari kelakuanya supaya ia hidup. Kemuliaan bagi Allah
di tempat yang Mahatinggi.
L+J : Amin. (duduk).

7. Bernyanyi :

8. Pembacaan Nats Epistel

9. Bernyanyi :

10. Pengakuan iman rasuli:
L : Marilah kita bersama-sama mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli kita:
L+J : Aku percaya kepada Allah Bapa…
Aku percaya kepada Yesus Kristus…
Aku percaya kepada Roh Kudus…, Amin (Jemaat duduk)

11. Bernyanyi : ( Persembahan I dan II )

12. Kotbah : (Teks dibacakan secara Responsoria)
(Nyanyian sebelum khotbah:FirmanMu menjadi T’rang bagi hidup kami,Oleh kasihMu Tuhan Allah Bapa kami.FirmanMu, firmanMu b,rikan pada kami agar menjadi Berkat bagi hidup kami.)
Nyanyian Sesudah khotbah: FirmanMu berkatilah, kekal dalam hatiku,
Teguhkanlah imanku Yesus juruslamatku,Yang men’rima firmanmu diselamatkan olehMu. Doa pujianku t’rimalah ya Tuhanku.)

13. Bernyanyi: K.J. No.249:1 “Serikat Persaudaraan
1. Serikat persaudaraan berdirilah teguh,
sempurnakan persatuan di dalam Tuhanku.
Bersama-sama majulah dikuatkan iman.
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan

14. Warta Gereja dan Doa Syafaat:

15. Bernyanyi: K.J. No.344:1 “Ingat Akan Nama Yesus” Persembahan III
1. Ingat akan nama Yesus kau yang susah dan sedih nama itu menghiburmu K’mana saja kau pergi .Reff: Indahlah namaNya, pengharapan dunia, Indahlah namaNya suka sorga yang baka.
2. Bawa nama Tuhan Yesus itulah perisaimu. Bila datang percobaan itu yang menolongmu. Reff:…
……Orgel/Musik….
3. Sungguh Agung nama Yesus, hati kita bergemar. Bila kita dirangkulnya sukacita pun besar. Reff:.. (ayat terakhir dinyanyikan dengan berdiri)

16. Doa Persembahan, Doa Bapa Kami dan Berkat
L : Marilah kita bersama-sama menyampaikan doa yang diajarkan Yesus
kepada kita:
L+J : Bapa Kami
L : Mengucapkan berkat…”
L+J : (Menyanyikan: Amin, Amin, Amin)



Catatan: - Pada setiap ayat paling akhir dari nyanyian no 5, 9, 11, 15
dinyanyikan dengan berdiri.
- Nyanyian dapat digantii sesuai dengan kebutuan.




















L+J : (Menyanyikan K.J no. 472) G=do 4/4
5 5 / 1 1 . 1 7 / 6 6 . ’ 6 1 / 7 7 . 6 7 / 6 5 .’
Pu ji Tu han Ha le lu ya Yesus Kris tus Ha le lu ya
5 5 / 1 1 . 1 7 / 6 6 . ‘ 6 1 / 7 7 . 6 7 / 1 1 . !!
Pu ji Tu han Ha le lu ya Yesus Kris tus Ha le lu ya

L : Dasa Titah (Membaca Keluaran 20: 1-17, atau dari nats Alkitab sebagai pengganti dasa Titah)
L+J : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kami untuk berbuat sesuai dengan hukum hukumMu/FirmanMu. Amin

4. Bernyanyi :
5. Pembacaan Epistel
L : Epistel dalam minggu ini diambil dari…(kemudian membacanya)
Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta yang
melakukannya. Amin.

6. Bernyanyi :

7. Pengakuan Dosa:
L : Marilah kita merendahkan diri dan mengaku dosa-dosa kita di hadapan Tuhan. Kita mengosongkan dan menyerahkan diri dihadapan kuasa Tuhan (Hening...)
(Organ menyanyikan K.J. no. 300 satu ayat)
L : Ya Tuhan Allah Bapa Kami yang disorga, Allah yang Mahapengasih dan Pemurah. Kami datang kehadapanMu yang Kudus mengakui segala dosa dan kesalahan kami. Kami lahir didalam dosa dan sering menyimpang dari jalan kebenaran yang telah nyatakan kepada kami melalui FirmanMu. Kasihanilah kami yang kini menyesali dosa di hadapanMu, hapuskanlah segala dosa dan pelanggaran kami dari ingatanMu. Karena hanya Engkaulah yang dapat memberikan pengampunan dosa, melalui AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami yang telah rela menderita sengsara hinggga disalibkan untuk menebus kami dari hutang dosa kami.
J : (Menyanyikan K.J. no. 300)
1 . 1 1 ! 2 . 2 . ! 3 1 1 2 !
Andaikan Yesus Kau bukan milikku
Dan tak Kau br’ikan darah Mu bagiku
Kemana aku mohon pengampunan dan perlindungan

L : Firman Tuhan tentang keampunan dosa bagi kita: Karena semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Yesus Kristus. Kristus telah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian karena iman dalam darahNya (atau dapat dipilih dari nats lain yang terdapat dalam agenda).
L+J : A m i n (Jemaat duduk)

8. Bernyanyi :

9. Pengakuan Iman (Jemaat berdiri)
L : Marilah kita mengucapkan Iman Percaya kita secara bersama-sama dengan seluruh orang Percaya di dunia ini :
L+J : Aku Percaya Kepada Allah Bapa…dst (Pengakuan Iman Rasuli)
(Jemaat duduk)

10. Bernyanyi : (Persembahan)

11. Khotbah
(Nyanyian sebelum khotbah:FirmanMu menjadi T’rang bagi hidup kami,Oleh kasihMu Tuhan Allah Bapa kami.FirmanMu, firmanMu b,rikan
pada kami agar menjadi Berkat bagi hidup kami.)
(Nyanyian Sesudah khotbah: FirmanMu berkatilah, kekal dalam hatiku,
Teguhkanlah imanku Yesus juruslamatku,Yang men’rima firmanmu diselamatkan olehMu. Doa pujianku t’rimalah ya Tuhanku.)

12. Bernyanyi :

13. Warta/Doa :

14. Bernyanyi : (Persembahan)

15. Doa/Berkat : (Jemaat berdiri)
L : Doa Persembahan, Doa Bapa Kami
Berkat:
Arahkanlah hatimu dan pulanglah dengan penuh suka cita dan damai sejahtera dari Allah Bapa, terimalah berkatNya ! Tuhan memberkati dan melindungimu Tuhan menyinarimu dengan wajahNya dan memberikan engkau kasih karunia Tuhan menghadapkan wajahNya kepadaMu dan memberikan engkau damai sejahtera. Amin.
L+J : (Sama-sama menyanyikan) Amin, Amin, Amin
Bes=do
1 . 1 . ! 1 . 1 . ! 1 . 7 . ! 1 . . .
A min A min A min
























Kebaktian Umum
(Model C)
1. Prosesi
(Setelah lonceng Gereja dibunyikan, petugas Minggu memasuki ruangan kebaktian yang disambut jemaat dengan berdiri. Terdengar sayup-sayup bunyi orgel menyanyikan K.J. No. 363 hingga semua petugas berada di tempat yang ditentukan. Kemudian jemaat secara serentak menyanyikan ayat 1: “Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya; Hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya pun waktuku milikNya”)

2. Votum dan Salam
L : Pertolongan kita adalah dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh
Kudus. Kasih karunia dan Damai sejahtera menyertai saudara
saudara!
J : Dan menyertaimu juga
L+J : A m i n
(Jemaat duduk)
3. Nyanyian Bersama: K.J. 10: 1 – 2 (Nyanyian yang disesuaikan dengan arti Minggu)
1. Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Maha mulia! Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia! Datang berkaum, brilah musikmu bergaung, angkatlah puji-pujian.
2. Pujilah Tuhan; segala kuasa padaNya! Sayap kasihNya yang aman mendukung anakNya! Tiada terpri yang kepadamu dibri; tidakkah itu kaua rasa?

4. Doa dan Pengakuan
L : Marilah semua orang yang letih lesu dan berbeban berat
datanglah menghadap Tuhan:
J : Menyanyikan Nyanyian No 46:1 (Pelengkap Kidung Jemaat,
melodi:Sian hurungan ni dosangki)
Dari kungkungan duka kelam, ya Tuhanku, ku datanglah masuk terangMu bebas senang, ku datang padaMu.
Dari beban kesakitanku, masuk ke dalam kekuatanMu;
Dalam derita aku datang, Ya Yesus Tuhanku.
L : Marilah kita mengakui dosa-dosa kita:
J : Ya Allah Yang Mahakuasa dan Yang kekal! Kami mengaku
kepadaMu bahwa kami adalah orang-orang berdosa yang cenderung berbuat jahat melalui pikiran, perkataan dan perbuatan. Kami sering tidak patuh dan tidak setia sehingga kami semakin jauh dari Tuhan. Kami mohon kepadaMu, janganlah menghukum kami dalam kepanasan nugerahMu. Kasihanilah kami orang-orang yang berdosa ini. Tahirkanlah kami! Berilah Roh KudusMu bekerja di dalam hati kami supaya kami mengenal dosa-dosa kami, menyesalinya dan bertobat kepadaMu serta hidup sesuai dengan kehendakMu.
L : Aku telah menghapus dosa pemberontakanmu seperti kabut
diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu, sebab Aku telah menebus engkau!
L+J : Menyanyikan Nyanyian No. 996 (PBSR) Bapa Trima Kasih.
Bapa trima kasih, Bapa trima kasih.
Bapa di dalam Sorga, kami bertrima kasih.
5. Salam Persekutuan
( warga saling bersalaman terhadap saudara yang ada di kiri, kanan, depan dan belakang tempat duduk masing-masing).
Pemberi salam : Tuhan menyertai saudara!
Penerima salam: Dan juga besertamu!

6. Doa dan Nats Penuntun ( Doa biasanya diambil dari Mazmur dan Nats
penuntun biasanya dari surat-surat Paulus yang sifatnya teguran)
L : Marilah kita berdoa: Bapa kami yang Maha bijaksana, peringatan-peringatanMu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang,
memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan
perintah-perintahMu. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku
( Mzm 120: 129-132.b).
J : Menyanyikan : Haleluya – Haleluya – Haleluya.
L : Nats Penuntun Minggu ini tertulis dalam: Roma 16:19.b
“Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik,
dan bersih terhadap apa yang jahat”.
L+J: A m i n.

7. Nyanyian Bersama : K.J. 54:4 (Tak kita menyerahkan)
Di hati kami Tuhan Kau tulis SabdaMu, supaya kami juga setia dan teguh.Kendati gunung goyah, binasa dunia, kekallah Firman Allah selama-lamanya.

8. Epistel /Nats Hiburan (biasanya diambil dari Injil dan tidak dibacakan’
secara responsoria)
“Epistel Minggu ini tertulis dalam : “…. Amin.
9. Pengakuan Iman
L : Marilah kita bangkit untuk mengaku dan menyaksikan iman percaya kita. Percayakah engkau kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa?
J : Aku Percaya kepada Allah, Bapa ……dst.
L : Percayakah engkau pada Yesus Kristus, Tuhan kita yang disalibkan?
J : Aku Percaya kepada Yesus Kristus…dst.
L : Percayakah engkau kepada Roh Kudus?
J : Aku Percaya kepada Roh Kudus…. Dst.
L+J : A m i n
10. Nyanyian Bersama : K.J. No. 57:1
(dinyanyikan sambil berdiri hingga doa pembuka selesai).
Yesus lihat umatMu yang mendamba Kau berfirman,
Dan arahkan padaMu, hati dan seluruh indra.
Hingga kami yang di dunia, Kau dekatkan pada sorga.
(Jemaat duduk)
11. Khotbah
a. Nyanyian sesudah pembacaan : “FirmanMu menjadi Terang…”
b. Nyanyian sesudah penjelasan : “FirmanMu berkatilah …”

12. Nyanyian Bersama : K.J. No. 285:2 …
( mengumpulkan Persembahan 1-2)
2. Jiwaku disegarkanNya dan kar’na namaNya
DitunjukkanNya jalanku, yang lurus dan baka.
dst
13. Warta dan Doa Syafaat
14. Nyanyian Bersama : K.J. No. 457 : 1…
(mengumpulkan Persembahan 3)
1. Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan di Kau kuperlukan. Ku datang Jurus’lamat berkatilah.
2. dst
3. dst… (bait terakhir berdiri mengakhiri kebaktian)
17. Penutup: Doa dan Berkat.
L : Doa Persembahan/doa khusus
J : Doa Bapa Kami
L : Berkat
L+J : Amin – Amin – Amin.

( Modifikasi dari Liturgi Gereja Lutheran Jerman)
















PARTORDING NI ULAON MINGGU
(Model C)

Pangaradeon
PARAGENDA : Rap jongjong ma hita saluhutna.

HURIA : (Rap mangendehon : BE. No. 18)
Nunga ro au o Tuhanku, Ro ma Ho tu Au muse
Ai di bagas ingananMu, Las ni roha do sude
Sai bongoti rohangkon, Baen ma joroMi dison.

1. VOTUM : Marhitehite Goar ni Debata Amanta dohot Goar ni Tuhan
Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadi na manompa
langit dohot tano on, dipasaorma dameNa tu tondinta
(tondimuna) be. Amen.

PARAGENDA : Rap mandokma hita di tangiangta i:
HURIA : (Rap mangendehon : BE. No. 205)
1. Ale Jesus Tuhannami bereng hami na dison,
pinarmahanMi do hami saluhutna na dison.
Sai asi rohaM di hami, sai pangolu hami on. Amin.
(Hundul ma huria)
2. MARENDE :

3. PARAGENDA : (Manjaha sada ayat na marpardomuan tu goar ni
minggu/pesta sian na tarsurat di horong I.B ni Agenda). Martangiang ma hita … ( Manjaha sada sian na tarsurat di horong I.C hombar tu goar ni minggu /pesta i).
Didongani Tuhan Debata ma hita on (hamuna) saluhutna.
Amen

PARAGENDA/: (Mangendehon)
H U R I A : Haleluya …Haleluya…Haleluya

4. PARAGENDA: Tatangihon (Tangihonhamu) ma Patik /Tona ni Debata
(Manang ayat singkat ni Patik)
PARAGENDA : Antong rap ma hita mangido gogo tu Debata:
HURIA : (Mangendehon B.E.No. 30)
Ganup ari ma ajari hami na di haotoon i dope
Ase lam porsea hami, ho sambing do hangoluannami i
Lam lumeleng lam pasolhot tu RohaM ma roha nami
Hombar tu HataM ma pangolaho nami

PARAGENDA : Unang ma meret buku ni patik on sian pamanganmu, sai
pingkiripingkiri ma i arian dohot borngin, asa diradoti ho, jala dipatupa ho hombar tu na tarsurat dibagasan i ; asa maruntung ho diangka dalanmu jala marmulia parulaonmu.

5. PARAGENDA: Rap jongjong ma hita manopoti dosanta tu Debata:
HURIA : (Mangendehon BE. No. 182)
Tu jolom, o Debatangku sai use do rohangku
Sai pasiat tangiangku dohot iluilungkon

PARAGENDA : Patutoru hamu ma dirimuna tu toru ni tangan ni Debata na
gogo I, asa di patimbo hamu di tingkina I ! Tinggangkon hamu ma nasa na hinolsohon ni rohamuna tu Ibana, ai disarihonon do hamu.

HURIA : (Mangendehon BE. No. 182)
Husolsoli do rohangku Na gok dosa i tongtong
Ai godang ariaringku Na hubaen ambolong
Sai jotjot do hutadingkon dalanMi na tigor i,
Kristen au, hape hutondong dalan hamagoan i.

PARAGENDA : Alai na maimaima do hita dilangit na imbaru dohot di tano
naimbaru, inagan ni hatigoran I, hombar tu bagabagana. Dibahen I, hamu angka haholongan, anggo I dipaimaima hamu, ringkoti hamu ma , asa didapot Ibana hamu so martihas, so hasurahan, dibagasan dame. Ai molo taparangehon hatiuron, songon Ibana na dibagasan na tiur, saor do hita sama hita,jala dipaias mudar ni Jesus, Anak-Na I do hita sian dosa. Ibana do pardengganan pasaehon angka dosanta, tung dohot do dosa ni sandok portibion. Antong las ma rohamu; nunga sesa dosamu. Hasangaponma di Debata na di ginjang.
HURIA : A m e n (hundul ma huria)
7. MARENDE :

8. PARAGENDA : Tabegema Hata ni Debata turpuk epistel di hita na
tarsurat di…(Ditugashon ma tu ruas manjahahon.Dung
sun dijaha turpuk i di dok Paragenda ma:)
Martua ma angka na umbege jala na umpeop Hata ni
Debata.

HURIA : A m e n

9. MARENDE :

10. PARAGENDA : Rap jongjong ma hita saluhutna. Tahatindanghon ma
haporseaonta i, Laos rap ma hita mandok.
Ahu porsea di Debata Jahowa….
Ahu porsea di Tuhan Jesus Kristus…
Ahu porsea di Tondi Porbadia

11. MARENDE :
(Papungu Pelean I, II)

12. JAMITA :
(dung sun dijaha turpuk diendehon huria ma Hangoluan do HataM, jala dung sun dipatorang di endehon Pasupasu HataMi)

13. TINGTING : (ihut ma tangiang tingting)

14. MARENDE : (Pasahat Pelean III)
(Molo adong acara khusus diuduti ma dung sun pelean III: isara ulaon sakramen dohot ulaon na asing na marpadomuon tu ulaon huria)
15. PARAGENDA/
PARJAMITA : Rap jongjong ma hita saluhutna : tapasahat ma
pelean on tu Debata, Martangiang ma hita:
(dijahama tangiang pelean, dung I dipillit ma
Tangiang panutup na hombar tu Minggu /Pesta I
sian horong I. F)

Rap ma hita mangido marhite tangiang hatopan i:
H U R I A : Ale Amanami na di banua ginjang, sai pinorbadia
ma goarMu….

PARAGENDA/ : (Tangiang pasupasu)
PARJAMITA : Dipasupasu jala diramoti Tuhan Debata ma hita on
(hamu) saluhutna, Disondanghon Tuhan Debatama
bohiNa tu hita (hamu), jala sai asi ma rohaNa mida
hita (hamu).Di dompakhon Tuhan Debata ma bohi
Na tu hita (hamu), jala Dipasaorhon ma dameNa tu
tondinta (tondimuna) be. Amen.

H U R I A : (Mangendehon) AMEN AMEN AMEN
Bes=do 1 . 1 . ! 1 . 1 . ! 1 . 7 . ! 1 . . .
A men A men A men















PARTORDING NI ULAON MINGGU
(Model D)
Pangaradeon
PARAGENDA : Rap jongjong ma hita saluhutna. Tapahohom ma rohanta
mamongoti parsaoran dohot Debata. (Saat teduh; tarbege ma di endehon punguan parende(backing vocal) B.E. No.16:1 (HG))

1. VOTUM : Marhitehite Goar ni Debata Amanta, dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia, namanompa langit dohot tano on, dipasaor ma dame Na tu tondimuna (tondinta) be. Amen.

HURIA : (Mangendehon B.E. No. 24:1)
Jesus hami ro di son asa masihangoluan
Ipe ro ma Ho tu son jala baen ma pardomuan
Ni tondiM tu tondinami unang mampar rohanami

2. PARAGENDA : Puji ma Jahowa, hamu ale angka na niasianna, jala endehon hamuma barita ni habadiaonNa i. Sai marsihohot ma rohamuna jala togu, sude Hamu angka na manghalungunhon Jahowa. Haleluya, Haleluya, Haleluya
HURIA : (Mangendehon) Haleluya…Haleluya…Haleluya.
(Hundul ma huria)

3. PARAGENDA : Tangihon hamu ma jolo Patik (Tona) ni Debata (manang ayat na gabe singkat ni Patik (Tona) i. Dung sun dijahahon diuduti Ma mandok:) Antong rap ma hita mangido gogo tu Debata:

HURIA : Ale Tuhan Debata sai pargogoi ma hami mangulahon na hombar tu Patik (Tona) Mi. Amin.

4. MARENDE :

5. PARAGENDA : Rap jongjong ma hita saluhutna. Tatopoti ma dosanta na godang i tu Debata , martangiang ma hita : (Dipillit ma sada sian na tarsurat di horong I . D. Dungi tarbege ma diendehon punguan parende (backingf vokal) sian B.E No. 198:1). Tabega ma bagabaga ni Debata taringot tu hasesaan ni dosa: Naung mate do Kristus ala ni dosanta. Naarga situtu do hamu ditobus ; Unang be olo hamu parhatobanon ni dosa dohot sibolis pangago i. MudarNa do diusehon bahen hasesaan ni dosa. Nunga tarsilang hadirionta na buruk raphon Ibana, asa pinasohot daging pardosaon. Antong mardame ma hamu sama hamu; masitopotan dosa ma dohot Marsitangiangan. Pos ma roham ale anaha: nunga sesa dosam, ala ni GoarNa i (manang dipillit sian natarsurat di horong I E). Hasangapon ma di Debata na di ginjang.

HURIA : (Mangendehon; BE.no.194)):
Aut so asi rohaM, aut so godang basam tu dia au.
Alai di baen basaM dohot Asi rohaM, tu surgo au
Mauliate ma di ho o Debata ala Basam
Sibahen dalan I, marhite anakMi tu BanuaM
(Hundul ma huria)

6. PARAGENDA : Tabege ma turpuk Epistel, patujolo ni jamita sadari on; i ma na nienet sian na tarsurat di: (Dijahahon ma turpuk i. Dungi di dok ma:)
Martua ma angka na umbege hata ni Debata jala na umpeopsa

HURIA : Amen

7. MARENDE :

8. PARAGENDA : Rap jongjong ma hita saluhutna. Tahatindanghon ma haporseaonta i, Rap mahita mandok:
Ahu Porsea di Debata Jahowa….
Ahu Porsea di Jesus Kristus…...
Ahu Porsea di Tondi Parbadia…..

9. MARENDE : (Huhut Papungu Pelean I, II)

10. JAMITA : (dung sun dijaha turpuk diendehon huria ma Hangoluan do HataM, jala dung sun dipatorang di endehon Pasupasu HataMi)
11. MARENDE :

12. TINGTING/ :
TANGIANG

13. MARENDE : (Huhut Papungu Pelean III)
(Molo adong acara khusus diuduti ma dung sun pelean III: isara ulaon sakramen dohot ulaon na asing na marpadomuon tu ulaon huria)

14. PARAGENDA/
PARJAMITA : (Dijahama tangiang Pelean, diuduti muse dohot
tangiang Panutup Minggu/Pesta na hombar tu
Minggu/Pesta i sian horong I.F dungi ihut ma di
dok:)
Rap ma hita mangido marhite tangiang Hatopan i:
Ale Amanami na di banua Ginjang…..

HURIA : (Mangendehon B.E. no.36:1-2)
Pasupasu hami, O Debatanami,
Sai sondanghon bohiMi, Tu na pungu on sude
Lehon ma tu hami, Dame ganup ari
Sai pasaor ma TondiMi, tu na pungu on sude

PARAGENDA/ : Mulak ma hamu dibagasan dame, tajalo (jalo hamu)
ma pasupasu ni Debata: Dipasupasu jala diramoti
Tuhan Debata ma hita (hamu) on saluhutna
Disondanghon Tuhan Debata ma bohiNa tu hita
(hamuna), jala sai asi ma rohaNa mida hita (hamu). Didompakhon Tuhan Debatama bohiNa tu hita (hamuna), jala dipasaorhon ma dameNa tu tondinta (tondimuna) be. Amen

PARAGENDA/
HURIA : (Mangendehon) AMEN AMEN AMEN
Bes=do 1 . 1 . ! 1 . 1 . ! 1 . 7 . ! 1 . . .
A men A men A men

TATA IBADAH PASKAH

A. Persiapan (Panggilan Beribadah)
Lonceng Gereja (saat teduh jemaat)

Bernyanyi : Mari Masuk (Jemaat berdiri, prosesi petugas kebaktian memasuki ruang ibadah: Pembawa Lilin, Alkitab, Liturgist dan Pengkhotbah)
sama-sama : Mari masuk, mari masuk, masuk hatiku, ya Bapa, datang s’karang, tinggal serta, dalam hatiku, ya Bapa.
Perempuan : Mari masuk, mari masuk, masuk hatiku, ya Bapa
Laki-laki : datang s’karang, tinggal serta, dalam hatiku, ya Bapa.
sama-sama : Mari masuk, mari masuk, masuk hatiku, ya Bapa, datang s’karang, tinggal serta, dalam hatiku, ya Bapa.

B. Ibadah
1. Votum-Responsoria-Doa (Jemaat tetap berdiri)
P : Di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus,
J : Amin
P : Jangan takut. Aku adalah Yang awal dan akhir dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah : Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang kunci maut dan kerajaan maut.
Pr. : Sesungguhnya Tuhan telah mati. Inilah hari yang dijanjikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersuka cita.
P : Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal ini terjadi dari pihak Tuhan, serta perbuatan ajaib di mata kita.
Lk. : Sungguh Tuhan telah bangkit, mari naikkan nyanyian baru, pujilah Dia dengan segenap hati.
P : Terpujilah Engkau yang telah menaklukkan kuasa maut. Terpujilah Engkau yang mengalahkan kuasa Dosa. Terpujilah Engkau sang jalan, kebenaran dan hidup. Haleluya, haleluya, haleluya.
P+J : (menyanyikan seperti lagu Amazing Grace)
Haleluya, haleluya, haleluya, Amin.
Haleluya, haleluya, haleluya, amin. (Jemaat duduk)

2. Bernyanyi : K.J. No. 184:2
2. Yesus sayang padaku, Ia mati bagiku,
dosaku dihapus-Nya, sorgapun terbukalah
Ref.: Yesus Tuhanku, sayang padaku,
itu Firman-Nya di dalam Alkitab

3. Doa Pengampunan Dosa
P : Saudara-saudaraku yang kekasih di dalam Yesus Kristus, Kristus telah bangkit dan kuasa maut telah ditahlukkan. Kristus telah bangkit agar kita juga bangkit melawan dosa-dosa yang berusa menjauhkan kita dari Tuhan. Akan tetapi betapa sering kita gagal, kita lalai memberlakukan kebangkitan Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari. Marilah saudara-saudaraku kita datang kepada Tuhan memohon pengampunan, mari kita bangkit berdiri.
P+J : Menyanyikan K.J. No. 291:1
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku, ku bawa dosa-dosaku, Di muka Tuhan Yesus.
P : Inilah kami ya Bapa, umat yang Engkau tebus melalui Anak-Mu Yesus Kristus. Kami sering gagal menunaikan tugas panggilan dan suruhan kami sebagai garam dan terang. Sering kami tidak berjuang dengan sepenuh hati, untuk mengalahkan berbagai bujuk rayu Iblis untuk mengalahkan dosa-dosa kami,
Kasihanilah kami ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaran kami menurut rahmat-Mu yang besar. Bersihkanlah kami seluruhnya dari kesalahan kami dan tahirkanlah kami dari dosa kami. Sebab kami sendiri sadar akan kesalahan kami, kami senantiasa bergelut dengan kesalahan kami.
P+J : menyanyikan K.J. No. 291:3
Di muka Tuhan Yesus, ku insyaf akan salahku, bertobat kini hatiku, di muka Tuhan Yesus.
P : Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Namun oleh karena kasih Karunia Allah, setiap orang percaya kepada Yesus telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya,dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup, Ia akan membimbing engkau sehingga kuat mengalahkan berbagai percobaan dan dosa.
P+J : Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi. Amin
(Jemaat duduk)

4. Bernyanyi : Bagaikan Bejana
Bagaikan bejana siap dibentuk, demikian hidupku di tangan-Mu.
Dengan urapan kuasa Roh-Mu, ku dibaharui selalu.
Jadikanku alat dalam rumah-Mu, inilah hidupku di tangan-Mu.
Bentuklah s’turut kehendak-Mu, pakailah sesuai rencana-Mu
Ref. : Ku mau s’perti-Mu Yesus, disempurnakan selalu.
Dalam s’luruh hidupku memuliakan nama-Mu… 2X

5. Pengakuan Iman : (Jemaat berdiri)
Aku percaya kepada Allah Bapa yang maha kuasa Khalik langit dan Bumi.
Dan Kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita yang dikandung daripada Roh Kudus lahir dari anak dara Maria yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati naik ke sorga duduk di sebalah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan Am. Persekutuan orang-orang kudus. Kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin

6. Refleksi Iman (berupa Puisi) :

7. Bernyanyi : K.J. No. 212 : 1
1. Tuhanku bangkit pusara terbuka.
Ia menang atas maut dan duka.
Goncanglah benteng neraka gelap.
Yesus pahlawan yang hidup tetap,
Yesus pahlawan yang hidup tetap.
(Berdiri sampai doa khotbah selesai)

8. Khotbah/Renungan :

9. Bernyanyi : Persembahan
Betapa hatiku berterima kasih Yesus. Kau mengasihiku. Kau memilikiku. Hanya ini Tuhan persembahanku. Segenap hidupku jiwa dan ragaku. S’bab tak ku miliki harta kekayaan yang cukup berarti tuk ku persembahkan. Hanya ini Tuhan permohonanku. Terimalah Tuhan persembahanku. Pakailah hidupku sebagai alatmu. Seumur hidupku.

10. Penutup
Doa Bapa Kami
Berkat :
Menyanyikan : Amin, Amin, Amin



Syalom,



LITURGI PARMINGGUAN UMUM
(7)
(Modifikasi Liturgi Gereja Lutheran Australia)

1. PROSESI : (Manghuling ma giringgiring laos jongjong sude ruas; prosesi
Parhalado sian pintu jolo. Uju Prosesi ruas dohot Parhalado
mangendehon B.E no.18:1-2. Parhalado jongjong di inganan
naung tinontuhon, na manguluhon Votum langsung tu altar,
mangadophon tu meja altar (songon posisi ni ruas). Dungpe sai
ende I, ibana mangadophon tu ruas).

2. V O T U M : (Pandita: mangendehon manang manghatahon)
P :1……………………………………………………………………………….. 1 6 1 1
Dibagasan goar ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Par ba di a
R : (ruas mangendehon manang manghatahon:)
1……….. 1 1
A men

3. MARENDE :

4. PARAGENDA : (Manopoti Dosa, Jonjong/Marsinggang ma Paragenda dht ruas)
Nahinaholongan dibagasan Tuhan: Ro ma hamu jumonok,
dibagasan roha namagopu, taparhatopot ma dosanta tu Debata
amanta, laos tapangido ma tu Ibana hasesaan ni dosanta,
marhite goar ni Jesus Kristus.
P : (Mangendehon manang manghatahon)
1………………………………………………………………….. 6 1 1
Dibagasan goar ni Debata do pangurupion di hi ta
R : (Mangendehon manang manghatahon)
1………………………………. 6 1 1
Sitompa langit dohot ta no
P : 1…………………………………………………………………………………..6 1 1
Huhatahon, huparhatopot ma pangalaosionku tu De ba ta
R : 1………………………………… 6 1 1
Ale Tuhan sesa ma do san ki
P : Ale Debata Pargogo na so hatudosan, sitompa jala Sipalua hami,
diparhatopot rohanami ma tu Ho, pardosa do hami sian hatutubu
nami, jala mardosa do hami tu Ho, marhite pingkiran, hata,nang
parulaonnami. Siala ni ido ro hami maporus mangido asi nirohaM
dohot holong ni rohaM marhite Jesus Kristus Tuhannami.
P+R : O Tuhan parasiroha na so hatudosan, namangalehon anak
haholongan ni rohaM mate ala ni hami, jala marhite Ibana di lehon
Ho hasesaan ni dosa di hami. Marhite Tondi Parbadia dipatamba Ho
parbinotoannami di Ho dohot lomo ni rohaM, jala siala asi ni rohaM
partohap hami tu hangoluan salelengna; marhite Jesus kristus
Tuhannami. Amen.
P : Debata pargogo na so hatudosan, Amanta na di banua ginjang I,
namarasiroha di hita, nunga mangalehon anakNa nasasada I bahen
hasesaan ni dosanta. Tu angka naporsea di goar-Na dilehon do
hagogoon, gabe anak ni Debata, dilehon do TondiPorbadia laho
mangurupi. Di dok hata-Na do: na porsea jala tardidi dapotan
hangoluan. Basabasahon ma I tu hami, ale Tuhan.
R : A m e n
(hundul)

5. MARENDE :

6. S A L A M : (Diendehon/dihatahon)
P : 1 1 1 1 5 5 5 1 1 !
Tu han man do nga ni ho
R : 1 1 5 5 1 1
Nang do hot ton dim

7. PAPUNGU PELEAN: (Niuluhon ni Liturgist sian parhalado. Jumolo dijahahon
ayat na hombar tu pelean, dungi di padalan ma pelean I & II. Ditingki Pelean
onsai ma holan diiringi musik: Organ/ Keyboard/ sulim/ Gitar/ Gondang/ dna)
8. MANJAHA TURPUK PARSIAJARAN (Sian Padan Narobi): (Namanjaha sian
Parhalado manang ruas, jala di jaha sian podium: ayatna di tontuhon
Pandita).
Panjaha : Parsiajaran sian Padan Narobi tarsurat di….. bindu…….
Mamungka sian ayat…..sahat tu ayat.
Dung sun dijaha dohononna ma: I ma sahat ni parsiajaranta.
Dungi hundul ma ibana.

9. MARENDE :

10. E P I S T E L : (Namanjaha sian Parhalado manang ruas, sian mimbar)
P : Epistel di minggunta sadarion ima natarsurat di buku……. Bindu……..,
mamungka sian ayat……..sahat tu ayat. (Dung sun di jaha di dok
ma:) “ima sahat ni Epistel.”
Musik : 1 7 6 7 7 1 1
P + R : 6 5 4 5 6 5 . ! 6 1 6 5 3 . ! 5 6 6 4 4 5 5
Ha le lu ya Ha le lu ya Ha le lu ya

11. MANAJAHA EVANGELIUM (Injil/Padan naimbaru): (tingki na manjaha on,
jongjong ma sude ruas)
P : Evangelium tarsurat di buku….. bindu….mamungka sian ayat… sahat..
R : (Mangendehon/manghatahon)
1……………………………… 6 1 1
Hamuliaon ma di Ho Tu han
P : (Manjahahon turpuk I. Dung sidung di jaha di dok ma:) ima sahat ni
Evagelium
R : (Mangendehon “Hangoluan do HataM)

12. Manghatindanghon Hata Haporseaon:
(hundul)

13. MARENDE :

14. J A M I TA : (jumolo martangiang, dungi patorang Jamita. Dung salpu I,
mangendehon; Pasupasu HataMi)

15. MARENDE : (Papungu Plelean III)

16. TANGIANG PELEAN:

17. TINGTING : (Ihutma tangiang tingting)

18. MARENDE :

19. TANGIANG PANUTUP:
- Tangiang Hatopan
- Pasupasu
- Amen …Amen….Amen (diendehon)










Acara Partumpolon
(Alternatif (8))

I. Pangaradeon.
Ø Persiapan di bilut Parhobasan (Konsistori)
Ø Martangiang laho borhat sian Konsistori
Ø Prelidium (Joujou laho martangiang)

U : Tapahohom ma, taparade ma dirinta huhut tapahibul ma rohanta, laho
marsomba tu adopan ni Debata; ala saluhut denggan ni basaNa do na
mangaramoti hita sahat tu sadarion. Dibagasan serep dohot unduk ni roha
martangiang ma hita di bagasan rohanta be (diiringi orgen: B.E. No. 23/BL.
No 78/ saayat)

II. Kebaktian.
01. Votum (U: Uluan / R: Ruas)
U : Marhitehite goar ni Debata Ama, dohot goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus
dohot goar ni Tondi Porbadia na manompa langit dohot tano on, di pasaor
ma dameNa tu tondintabe. Amen. Rap ma hita Martangiang:
R : Ale Jesus Tuhannami bereng hami na di son, pinormahanMi do hami
saluhutna na dison, sai asi rohaM di hami sai pangolu hami on. Amen.
U : Boto hamu ma on; Johowa do Debata, Ibana jumadihon hita jala Ibana
nampuna hita bahen bangsoNa dohot birubiruNa.
R : Ho do ale Jahowa na jumadihon hami jala nampuna hami on.
U : Beta hita manungkap dohot marsomba, marsinggang ma hita tu jolo ni
Jahowa sitompa hita.
R : Asi ma rohaM ale Debata sai jalo ma hami na ro tu joloM.
U : Ale Tuhan Debata; Ho do na mamungka parpadanan tu hami jolma na
tinobusMu, na pa hothon parpadan dohot asi ni roha tu naposoM,
angka na marparange di joloM sian nasa roha
R : Asi ma rohaM, sai ingani jala rajai ma roha dohot pingkirannami be marhite
TondiMi asa dibagasan hasintonganMi hami mangulahon nang manghatahon
sidohononnami.
U : Martangiang ma hita:
Ale Tuhan Debata mula ni nasa na adong, Amanami marhitehite Tuhan Jesus
Kristus. Na ro do hami nuaeng tu adopanmu mangundurhon anak ni huriaM: (Goar ni
Calon pengantin baoa) dohot boru ni huriaM: (Goar ni calon pengantin Boru), na
marsangkap pajongjong parsaripeon. Naeng martumpol ma nasida laho
manghatindangkon dirina di joloM marhitehite huriaM. Asi ma RohaM, sai rajai jala
ingani ma roha nasida asa dibagasan hasintongan nasida laho manghatindanghon dirina,
dinamarsangkap laho pajongjong pardongan saripeon i, asa marsangap ma Ho nang
Huriam, jala tau las ni roha di hami saluhutna. Amen.
02. Koor :
03. Marende : B.E. no. 30:4 (BL.135) - Boi do pilliton ende na asing
4. Sai tangihon ale Tuhan molo martangiang hami be tu Ho,/
pasupasu marlobian lehononMu tu na ro manopot Ho/
sai dongani nama hami asa hot di parpadanan/
mian hami sahat ro tu hasonangan.

05. Manjaha Surat Parpadanan. (U: Uluan/ P.O:Pangoli,Oroan/ NP: Natoras ni
Pangoli/ N.O: Natoras ni Oroan/ S: Saksi-saksi)
P/O : (Jongjong huhut manjaha surat pangidoan)
U : Andorang so disahab hamu surat parpadananmuna, hutangkasi ma jolo hamu
taringot tu bogasmuna nasai laon, burju ma alusi hamu. Sian nasa roha jala
iasnirohamuna do nanaeng pajongjong parsaripeon i ?
P/O : Sian nasa rohanami do jala naung tangkas hami marsipaoloan jala
masihaholongan
U : Beha, adong sanga tarihot hata manang padanmuna tu halak naasing laho
mardongan saripe, naso simpul dipatota hamu ?
P/O : (Molo so adong, alusna:) Sian roha na bulus jala sintong: “ndang adong”
U : Rade do hamu manuhuk tanggungjawab di hata naung dipatumpolhon hamu,
jala naso tupa haboratan hamu tu Huria i ala so sintong panindangionmuna i
gabe so patupaon ni huria i tu hamu Pamasumasuon i ?
P/O : Rade do hami manjalo i, jala naso tupa paurahonnami Huria i.
U : Nuaeng pe, na manungkun ma hami tu hamu natoras ni pangoli: Boha ?
Sian pamotoanmuna, tutu do nahinatindangkon ni ianakhonmuna i naso
adong bogasna manang dipaundukhon hamu ibana tu boru naasing ?
Satolop do hamu patulushon padan naung niundukhon ni ianakhon muna on?
NP : (molo tutu dialusima:) I do tutu, jala ndang adong huundukhon hami tu
boru naasing. Satolop do hami disangkap nasida i; sai dipargogoi Tuhan i ma
ibana patulushon padan naung ni undukhon na i.
U : Suang songon i ma di hamu natoras ni oroan, boha ? Tutu do panindangion ni
borumuna i, jala naso adong tarunduk hata hamu manang dipaorohon hamu
ibana tu halak na asing ? Satolop do hamu disangkapnasida i ?
N.O : (Molo tutu dialusima:) I do tutu, jala naso adong huundukhon manang
hupaorohon hami ibana tu baoa naasing. Satolop do hami disangkapnai, sai
dipasupasu Tuhan i ma ibana patulushon sangkap pangidoan nasida i.
U : Songon i ma tu hamu saksi dohot sude hita napungu dison, atik boha adong
taboto manang na haboratan di hata nasida i, tangkas ma tapaboa asa
ditimbangi.
S : (rap mangalusi) “Nunga tota be saluhutna”
U : Antong ro ma hamu mansahab parpadananmuna on.
05. Mansahab (manandatangani) Surat Parpadanan; roma tu jolo
a. Pangoli d. Natoras ni Oroan g. Napatumpolhon
b. Oroan e. Saksi/Sintua sian Paranak
c. Natoras ni pangoli f. Saksi/Sintua sian Parboru

U : Songonon ma pinabotohon tu hita saluhutna, ia pangidoan ni: (goar ni calon pengantin):
Tingtinghononhon ma i di Huria,: Tingting I, Minggu 20 Juni 2004
dohot Tingting II, Minggu 27 Juni 2004, asa dohot Huria i tumangianghon
sangkap nasida dinalaho manjalo Pasupasu Pardongansaripeon sipatupaon di
ari ..... di huria.....

06. Marende/Koor : B.E. no 122:1+4 (BL.13) – manang boi do pilliton ende na asing
1. Ida hinadenggan ni angka nasaroha i/
Parpabaenan na burju, nang hatana pe tutu
4. Diparbaga Debata tu na marsaroha da
Pasupasu na godang ima roha na sonang
07. J a m i t a :
08. Marende : B.E. no.188:1-2 (Huhut Pasahat Pelean)
1. Jahowa siparmahan au, ndang hurang manang aha/
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiana/
Tongon dibahen na lomak i, lao pangoluhon tondingki
Dibaen asi rohaNa
............................. Organ .............................
2. Ditogu au tu na tio, aek mata hangoluan
Dibahen do tondingki sio, di dalan hasonangan
Sabam rohang do tongtong, saleleng au ditano on
Bahen sangap di goarNa
09. Tangiang Panimpuli (Tangiang Pelean dungi diuduti Tangiang Ale Amanami)
10. U + R : (Mangendehon)
1 . 1 . / 1 . 1 . / 1 . 7 . / 1 . . . / Bes=1

A min, A min, A min.
III. (Dung simpul acara on, pinasahat ma tu hasuhuton )






(surat sijahaon ni calon Pengantin di acara panindangion)

Surat Panindangion dohot pangidoan laho Pajongjong Parsaripeon
(Calon Pangoli)
Ahu:
1. Goar : ______________________________________________________
Tubu : ____________________/_________________________________
Tardidi : ________________di huria _______________________________
Malua : ________________di huria _______________________________
Anak ni : a. Bapa : _______________________________________________
b. Oma : _______________________________________________
Huta : _____________________________________________________
Ruas ni Huria : _____________________________________________________

Dohot
(diuduti nanaeng oroan manjaha hatorangan diri)

Ro tu adopan ni Majelis/Parhalado Huria Kristen Indonesia ............................ Resort ......................., mangido asa pardongansaripeon nanaeng sipajongjongonnami dipasupasu hombar tu ruhut dohot aturan ni Huria Kristen Indonesia (HKI).
Hupasahat hami pangidoan on di adopan ni Majelis/Parhalado dohot di jolo ni natorasnami nang angka sitindangi rap dohot situannatorop. Huhatindanghonhami: naso adong huula hami pangalaho na boi manundati Pamasumasuon pardongansaripeon i hombar tu aturan ni Huria, jala naso adong tarihot manang tarunduk hata hami tu halak naasing naeng mardongansaripe. Molo adong halak na haboratan taringot tu sangkap pardongansaripeonnami on, hami na dua do namanuhuk jala bertanggungjawab; jala naso jadi haboratan manang uhumonnami huria i ala so di pasahat pangidoan i ala na lipe panindangion nami on.
Hupasahathami pangidoan on di naung hibul rohanami, satahi sian roha na ias jala tangkas hami naung masihaholongan sian nasa roha; dibagasan panghirimon, dijanghon jala dipatulus ni Huria i sangkap pangidoannami on.
Songon i ma hupasahat hami Panindangion dohot Pangidoan on tu hamu Majelis/Parhalado Huria Kristen Indonesia di ............................................

(huta) ....................tgl, .......200....
Hami na marpangidoan
calon Pangoli,
Goar:......................


Surat Panindangion dohot pangidoan laho Pajongjong Parsaripeon
(nanaeng oroan)
Ahu,
2. Goar : ______________________________________________________
Tubu : ____________________/_________________________________
Tardidi : _________________di huria ______________________________
Malua : _________________di huria ______________________________
Anak ni : a. Bapa : ________________________________________________
b. Oma : ________________________________________________
Huta : ______________________________________________________
Ruas ni Huria : ______________________________________________________



Ro tu adopan ni Majelis/Parhalado Huria Kristen Indonesia .................................... Resort ................................, mangido asa pardongansaripeon nanaeng sipajongjongonnami dipasupasu hombar tu ruhut dohot aturan ni Huria Kristen Indonesia (HKI).
Hupasahat hami pangidoan on di adopan ni Majelis/Parhalado dohot di jolo ni natorasnami nang angka sitindangi rap dohot situannatorop. Huhatindanghonhami: naso adong huula hami pangalaho na boi manundati Pamasumasuon pardongansaripeon i hombar tu aturan ni Huria, jala naso adong tarihot manang tarunduk hata hami tu halak naasing naeng mardongansaripe. Molo adong halak na haboratan taringot tu sangkap pardongansaripeonnami on, hami na dua do namanuhuk jala bertanggungjawab; jala naso jadi haboratan manang uhumonnami huria i ala so di pasahat pangidoan i ala na lipe panindangion nami on.
Hupasahathami pangidoan on di naung hibul rohanami, satahi sian roha na ias jala tangkas hami naung masihaholongan sian nasa roha; dibagasan panghirimon, dijanghon jala dipatulus ni Huria i sangkap pangidoannami on.
Songon i ma hupasahat hami Panindangion dohot Pangidoan on tu hamu Majelis/Parhalado Huria Kristen Indonesia di .....................................

(huta)................., tgl.......... 200-
Hami na marpangidoan
calon Oroan,
Goar......






















Tata Ibadah Memasuki Rumah Baru/Penyerahan Kunci
Mamongoti bagas Sibaganding Tua/Paulak Tukang
(10)

(acara on jumolo di patupa di alaman ni jabu nanaeng si bongotan i)
1. Agenda : Marhitehite Goar ni Debata Amanta dohot Goar ni Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadi na manompa langit dohot tano on, dipasaorma dameNa tu tondinta (tondimuna) be. Amen.

2. Marende :

3. Agenda : (Manjaha Ayat dohot tangiang)
Molo so Jahowa paulihon bagas, loja sambing do angka na mamandei; molo so Jahowa marhal hutai, ‘ndang marniula hadudungo ni Parhal. (Psalm. 127;1). Martua ma ganup na manghabiari Jahowa, na marparange di angka dalannai. Saipanganonmu do na niula ni tanganmu, martua ma ho jala sonang. (Psalm 128:1-2).
Martangiang ma hita:
Mauliate dohot Pujipujian ma di Ho ale Jahowa, Debatanami. Asi ni roham do namanumpahi jala mamasumasu ngolunami. Ho do namamasumasu jala namandongani umbahen nasahat hami tu halalas ni roha songon di ari sadarion, saut simpul bagas sibaganding tua na dijolonami on. Asi ma roham, Tompa ma roha na ias dibagasan hami, ale Debata, jala paimbaru ma tondi na marsihohot dibagasan hami. Sai pasupasu ma bagas on dohot saluhut namaringan dibagasanna. Ingani jala rajai ma tongtong nasida namangingani, bahen ma bagas on pangalapan gogo, inganan hadameon jala parmiaman ni hatam. Sai pasuang ma tu hami halalas ni hatuaonmu, jala togu ma hami marhitehite tondi ni haringgason asa hot ma hami marhaporusan jala mangasahon Ho asa sahat hami tuhasonangan na umbalga na pinarademi marhitehite Jesus Kristus Anakmi. Amen

4. Marende : (dison ma dipasahat na manguluhon kebaktian kunci ni jabui (dohot
na hombar tusi) tu parjabu laos dibuka ma pintu jala masuk ma
saluhutna mangudutii kebaktian dibagasan jabu)

5. Martangiang: ( Tangiang parhorason sian Tulang: asa horas Tukang, horas nang
Parjabu )

6. Marende :

7. Jamita :

8. Marende : (Huhut papungu Pelean)

9. Tangiang Pelean :

10. Tangiang Panimpuli : (Ale Amanami)

11. Pasupasu :










Acara Partumpolon
(Terjemahan dari Agenda Bahasa Indonesia)

Pangaradeon : - Dibahen hian ma hundulan ni Calon Pangoli, Oroan, Natoras
(ni Pangoli dohot Oroan) dohot Saksi-saksi di jolo.
- Ditangkasi hian ma angka Goar, tanggal dohot inganan
hatutubu dohot angka namarpardomuan tusi asa denggan di
buku partumpolon.

1. V o t u m : Marhitehite Goar ni Debata Amanta dohot Goar ni Tuhan Jesus
Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadi na manompa langit dohot
tano on, dipasaorma dameNa tu tondinta (tondimuna) be.
Amen.

2. M a r e n d e :

3. Partumpolon :
Uluan : Andorang so jinahahon surat Pangidoan partumpolon on,

I. Tu Pangoli:
- Namanungkun ma nuaeng tu ho.................. (Goar ni pangoli). Sian roha na ias dohot sian holong ni roham do naeng marpadan ho dohot si ..........................(goar ni nanaeng oroan) ? Molo naung sian ias dohot holong ni roham, alusima : “Sian ias dohot holong ni rohangku do.”
- Beha ? Atik adong, manang hea hatam manang marpadan laho mardongan saripe tu sada anak boru na asing ? Molo so adong, alusima : “ Ndang adong”
- Alani i, rade do ho manean, molo adong na haboratan taringot tu alusmi, jala naso haboratan ho tu Huria on hinorhon ni naso toho alusmi gabe so patupaon ni huria pasupasu pardongansaripeon i tu ho ? Alusna: rade do au disi, jala naso jadi susaanku huria i.

II. Natoras ni Baoa
- Namanungkun ma au tu hamu natoras/namangamai ni si............ Sian ias ni rohamuna do manjalo dohot manolopi sangkap pardongan saripeon ni ianakhonmuna namargoar si ................ dohot si............ (nanaeng oroan). Molo i do alusi hamuma : “Sian ias ni rohanami do”
- Hea tarunduk hata manang adong hatamuna paorohon ianakhonmuna tu boru naasing naso dipatota hamu dope? Molo so adong, alusi hamuma: “Sian pamotoannami, tota do saluhutna, ndang adong hu paorohon hami ianakhon nami on tu boru na asing.”
- Alani i, rade do hamu manean saluhut hasintongan ni hatamuna i, jala naso susaanmuna huria i molo adong nahaboratan dialusmuna i ala ndang sintong hatamu i, gabe ndang patupaon ni huria ulaon pamasumasuon i ? Alusi hamuma: “Rade do hami disi, jala naso tupa susaannami huria i”

III. Tu Oroan
– Namanungkun ma au tu ho : .................. (Goar ni Oroan) Sian roha na ias dohot sian holong ni roham do naeng marpadan ho dohot si ..........................(goar nanaeng Pangoli) ? Molo naung sian ias dohot holong ni roham, alusima : “Sian ias dohot holong ni rohangku do.”
- Beha ? Atik adong, manang hea ho tarunduk hata manang marpadan laho mardongan saripe tu sada naoa na asing ? Molo so adong, alusima : “ Ndang adong”
- Alani i, rade do ho manean, molo adong na haboratan taringot tu alusmi, jala naso haboratan ho tu Huria on hinorhon ni naso toho alusmi gabe so patupaon ni huria pasupasu pardongansaripeon i tu ho ? Alusna: rade do au disi, jala naso jadi susaanku huria i.

IV. Natoras ni Oroan
- Namanungkun ma au tu hamu natoras/namangamai ni si............ Sian ias ni rohamuna do manjalo dohot manolopi sangkap pardongan saripeon ni borumuna namargoar si ................ dohot si............ (nanaeng Pangoli). Molo i do alusi hamuma : “Sian ias ni rohanami do”
- Hea tarunduk hata manang adong hatamuna paorohon borumuna on tu baoa naasing naso dipatota hamu dope? Molo so adong, alusi hamuma: “Sian pamotoannami, tota do saluhutna, ndang adong hu paorohon hami borunami on tu baoa na asing.”
- Alani i, rade do hamu manean saluhut hasintongan ni hatamuna i, jala naso susaanmuna huria i molo adong nahaboratan dialusmuna i ala ndang sintong hatamu i, gabe ndang patupaon ni huria ulaon pamasumasuon i ? Alusi hamuma: “Rade do hami disi, jala naso tupa susaannami huria i”

V. Saksi
Di hamu sitindangi (saksi) sian nanaeng pangoli dohot nanaeng oroan: nunga dibege hamu panindangion ni nanaeng pangoli dohot oroan suang songon ii dohot natorasna. Namunungkun ma au tu hamu, boha do alusmu tu panindangion ni nasida i ? Alusi hamu ma: “Sian pamotoannami, sintong do hata nasida, jala ndang adong na gabe panundati tu pamasumasuon na pinangidona i.”

VI. Natorop
Nuaeng tu hita saluhutna na pungu dison, atik adong nahaboratan di sangkap pamasumasuon ni si........... dohot si............... ? Molo adong, dipabotohon ma tangkas saonari. Molo so i pabotohon hamu ma tu huria andorang so dipasahat pasupasu pardongansaripeon i tu nasida.
(Molo adong na haboratan, tangkas ma disurathon namanguluhon partumpolon i Goar, huta (alamat), ulaon na, jala dia partalianna tu nanaeng manjalo pasupasu i. Ditangkasi ma hasintongan ni haboratanna i jala dipabotohon tu natorop disi asa dohot nasida manimbangi: tarbahen sundatan ni huria do pamasumasuon i ala ni haboratan i ?)

Uluan : Tu hamu nadua, adong dope tingki laho patotahon angka
nasosingkop dope namarpardomuan tu pangidoanmuna on sahat tu
tingki ulaon pamasumasuon i. Molo adong angka haboratan, manang
langkamu namaralo tu hata ni Debata dohot maralo tu ruhut ni huria
i, sesa (batal) do surat pangidoanmuna on. Jala ingkon tangkas do
dohonon tu hamu, nasa namangulahon ngolu parsaripeon so jolo
manjalo pasupasu pardongansaripeon, hona ruhut paminsangon ni
huria do nasida.

4. Manjaha Surat partumpolon: (dijahahon na patumpolhon)
Songonon ma surat partumpolon nanaeng sisahapon (tandatanganon) muna, jala molo adong nanaeng sipatureon dope, isara; goar, inganan/ari hatutubu dohot angka naasing paboa hamuma asa tapature (dungi dijahahon napatumpolhon ma surat i, jala dijouma angka naung diaturhon laho mansahab, dungi ....).
Dohot on pinabotohon ma tu hita saluhutna, ia pangidoan ni ..........(goar ni Pangoli) dohot ................(goar ni oroan) nanaeng manjalo pasupasu pardongansaripeon sian huria, nunga sahat be tu Majelis ni huria on. Disangkapi ia ulaon i patupaon di ari...................... (Tanggal) maringanan di huria ................ Tingtinghonon ni huria ma pangidoan on, Tingting I............................. Tingting II ................ (di huria ni nasida nadua).

5. Marende :

6. Jamita :

7. Marende : (Huhut papungu Pelean)

8. Tangiang Panimpuli: (Tangiang Pangondian (safaat) diuduti tangiang Ale Amanami, dungi Pasupasu).

(Dung simpul ulaon on, dipasahat ma tingki mandok hata tu hasuhuton).

INTEGRITAS DAN STATUS SOSIAL ORANG BERHIKMAT

INTEGRITAS DAN STATUS SOSIAL ORANG BERHIKMAT



Hikmat berasal dari Tuhan. Sejak awal, penulis kitab Amsal menyaksikan bahwa: “takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.” (Ams. 1:7). Jadi ada kaitan yang jelas antara orang berhikmat dengan hidup yang takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan akan beroleh hikmat. Tetapi mereka yang mencoba mengenal Allah dari analisa pemikiran atau dari pertimbangan-pertimbangan atas perhitungan manusia, akan gagal, bahkan banyak yang akhirnya sesat dengan menyangkal Tuhan. Artinya, orang yang mengandalkan pikiran dan pertimbangan duniawi tidak identik dengan orang berhikmat.
Orang berhikmat itu adalah orang yang memiliki pengetahuan yang memungkinkan orang itu mengenal Yang Mahakudus (Ams. 30:3). Sehingga, orang yang berhikmat akan mampu melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar dalam setiap perjalanan hidup dan pelayanannya di tengah-tengah realitas dunia ini. Mereka yang mengalami perbuatan-perbuatan besar Tuhan dalam hidupnya akan memiliki integritas dan nilai-nilai yang mendahulukan harkat dan martabat manusia. Mengapa? Sebab, hikmat yang dari Tuhan, itu menuntunnya kepada sikap yang tenang dan keyakinan akan anugerah Tuhan yang memberikan segala sesuatu yang perlu dalam hidupnya.

Orang berhikmat tidak akan mengerjakan sesuatu tanpa campurtangan Tuhan. Sehubungan dengan itu, Amsal 23:1-8 ini secara halus mengingatkan beberapa hal agar setiap orang berhikmat menjaga integritasnya dalam mengejar cita-cita, karier dan status sosial yang diinginkannya.



Peluang dan ancaman bersama seorang pembesar (ayat 1-3).

Memiliki relasi dengan seorang pembesar adalah sebuah peluang, dan sekaligus juga ancaman. Ada banyak hal yang dapat diharapkan dari hubungan yang baik dengan orang-orang terhormat. Secara umum, kita senang dan bangga dekat dengan seorang pembesar, bukan saja dengan pejabat dan orang kaya, tapi juga dengan seorang publik figur, seorang artis misalnya. Namun, orang berhikmat yang dekat dengan seorang pembesar tidak akan terjebak dengan penampilan dan gaya hidup pembesar itu. Orang bijak yang menuliskan Amsal ini memiliki pengalaman yang mesti dicamkan oleh siapa saja yang memiliki relasi dengan seorang pembesar. Sebab, duduk satu meja dengan seorang pembesar, bukan saja menjanjikan sebuah kesempatan untuk promosi jabatan dan sejenisnya, tetapi sebaliknya juga dapat menjadi ancaman yang mematikan karier dan bahkan nyawanya.

Pengalaman yang paling menyakitkan dari orang-orang yang memiliki kedekatan khusus dengan seorang pejabat, penguasa dan orang kaya adalah ketika, oleh satu dan lain hal, sang pembesar mencampakkan dan meninggalkannya bagaikan sampah di Tempat Pembuangan Akhir. Penulis Amsal ini, luput dari tragedi seperti itu karena hikmat sungguh menuntun hidupnya, yakni dengan sangat hati-hati terus mengevaluasi kedekatannya dengan sang pembesar. Orang bijak yang menulis Amsal ini dengan cermat memerhatikan apa yang ada di depannya (ayat 1); dia bukan saja memperhatikan hidangan yang disuguhkan pembesar itu, tetapi jauh ke dalam motiv dan tujuan jamuan makan pembesar itu. Sebab, orang bijak harus menjaga integritas dan nilai-nilai yang mendahulukan kehormatan daripada kemewahan hidup. Kalimat perintah yang mengatakan: “Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!” (ayat 2) secara tegas mengingatkan bahwa jamuan makan mewah yang menjebak sungguh merupakan ancaman bagi orang yang tidak berhikmat. Oleh karena itu, jangan sampai tertipu dengan makanan pembesar yang lezat (ayat 3). Orang berhikmat, sebagai orang yang takut akan Tuhan, tidak akan menjual status dan harga dirinya demi makanan yang lezat seperti Esau (Kej. 25:29-34). Tetapi, seseorang yang takut akan Tuhan, dengan hikmat mengalahkan godaan makanan, seperti Yesus Kristus yang menang dalam pencobaan oleh iblis (Mat. 4:3-4).



Orang berhikmat tidak materialisme (ayat 4-5).

Orang bijak dalam Amsal ini sama sekali tidak alergi dengan kekayaan. Menjadi kaya tidak ada salahnya. Namun, ungkapan orang bijak pada Amsal ini jelas mengingatkan kesia-siaan mengejar status sosial melalui kekayaan. Status sosial yang didasarkan pada kekayaan material tidak bertahan lama; karena kekayaan dapat hilang sekejap mata, terbang seperti burung rajawali (ayat 5). Status sosial memang penting, namun bukan dengan memburu uang. Sebagaimana diingatkan oleh Paulus kepada Timotius, bahwa oleh karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka (1Tim. 6:10). Artinya, orang yang berhikmat akan menjaga ambisinya agar tidak jatuh kepada roh materialisme. Orang berhikmat boleh saja kaya raya, tetapi tidak materialis, sebab memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas (Ams. 16:16). Mengejar kekayaan dengan susah payah bukanlah suatu obsesi orang berhikmat, karena kekayaan selalu dilihat sebagai berkat yang kemudian ditambahkan oleh Tuhan kepada setiap orang yang bersungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya (Ams. 10:22). Oleh karena itu, seseorang yang berhikmat berjerih payah untuk melakukan kebenaran, yang berkenan bagi Tuhan, serta menghindari jalan yang menyesatkan. Sehubungan dengan itu pula Yesus Kristus mengajarkan, supaya setiap orang percaya mencari terlebih dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua hal, termasuk kekayaan akan ditambahkan kemudian. Kekayaan dilihat sebagai bonus, bukan sebagai goal yang mau dicapai (Mat. 6:33).



Menjadi orang yang tulus dan berbelas kasih (ayat 6-8)

Orang bijak melihat ada kaitan yang erat antara kekayaan dan ketulusan hati serta belas kasihan. Di sini jelas bahwa orang kaya tidak selalu dilihat negatif; yang negatif adalah kekikiran dan ketidak tulusan dalam memberi (jamuan) kepada orang lain. Oleh karena itu, larangan orang bijak pada ayat 6, “jangan makan roti orang yang kikir” harus dilihat dalam konteks kepribadian orang kaya yang menyuguhkan makanan lezat itu. Apakah orang kaya yang memberikan jamuan makan itu merupakan pribadi yang tulus dan pengasih, atau sebaliknya ia memang seseorang yang biasa menggunakan kekayaannya untuk menjerat orang lain demi kepentingan pribadi? Orang berhikmat tidak akan menjual harga dirinya dengan memakan suap yang lezat atau memberikan kata-kata yang manis untuk menyenangkan hati orang kaya yang tidak tulus (ayat 8). Namun demikian, orang bijak tidak akan apriori terhadap orang kaya. Orang bijak malahan harus memberikan pengaruh yang positip agar setiap orang kaya menjadi orang yang memberi dengan tulus, dan memiliki kepedulian terhadap mereka yang miskin, terbelakang, dan terlindas oleh kemajuan zaman.
Orang kaya yang tulus hati dan penuh kepedulian terhadap nasib sesama yang menderita akan sangat efektip mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi. Malahan boleh dikatakan, bahwa cara yang paling efektip untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran serta kekerasan, yang menjadi bahaya laten dalam negara-negara berkembang, seperti Indonesia, adalah dengan membangun moralitas orang kaya melalui penganugerahan penghargaan yang tinggi bagi setiap orang kaya yang berusaha keras memerangi kemiskinan, membuka lapangan kerja yang luas, dan mendirikan pusat perlindungan terhadap korban-korban kekerasan. Sebaliknya, sebagai upaya pencegahan dan menekan orang-orang kaya yang menyalah gunakan kekayaannya untuk suap dan berbagai usaha yang merusak kehidupan masyarakat, maka diperlukan langkah-langkah yang bijak dengan sikap dan tindakan hukum yang tegas dan konsisten.
Orang kaya yang berhikmat akan membangun integritas dan status sosial yang terhormat dan mulia apabila dengan tulus hati memberikan perhatian dan karya nyata yang dapat mengangkat nasib orang miskin, dengan membangun lapangan kerja dan mendukung semua upaya peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Orang kaya yang berhikmat malahan dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap pemerintahan yang sehat dan bersih dengan menggugat oknum-oknum pejabat publik yang bermental korup.